• Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ronald Waas melantik Ahmad Farid

    BANDA ACEH - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Ronald Waas melantik Ahmad Farid menjadi Kepala Perwakilan BI Provinsi Aceh di Auditorium kantor itu, Jalan Cut Meutia, Banda Aceh, Selasa (20/10). Ahmad Farid yang sebelumnya menjabat Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe menggantikan Zulfan Nukman yang dipindah menjadi Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Komunikasi Kebijakan BI Provinsi Bali.

    Ronald Waas dalam sambutannya antara lain berharap Ahmad Farid lebih meningkatkan peran BI Provinsi Aceh dengan terus berkoordinasi dengan Pemerintah Aceh dalam memberi kontribusi pada pencapaian kinerja perekonomian yang lebih baik di Aceh, serta dalam mengendalikan inflasi daerah.

    “Kepada Saudara Ahmad Farid sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh yang baru, kami menaruh harapan besar untuk dapat mempertahankan kinerja baik yang telah tercapai selama ini, dan lebih mengoptimalkan fungsi, tugas dan kewenangan Bank Indonesia di bidang moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran dengan baik kepada seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Aceh,” harap Ronald Waas. 

    Sementara itu, Ahmad Farid mengatakan dirinya akan terus melanjutkan berbagai program yang telah dilaksanakan pimpinan sebelumnya, terutama dalam pengendalian inflasi daerah. “Saya akan terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama dengan semua pihak terutama dalam menjalankan tugas dan fungsi BI,” ujar Ahmad Farid.

    Pada kesempatan itu, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah dalam sambutannya dibacakan Asisten II Setda Aceh, Azhari Hasan SE mengatakan keberadaan Kantor Perwakilan BI di Aceh sudah banyak memberi kontribusi dalam proses pembangunan di daerah ini. Salah satunya bisa dilihat dari keberhasilan BI sebagai inisiator pengendalian inflasi daerah.

    “Selama dua tahun terakhir ini, di bawah kepemimpinan Saudara Zulfan Nukman, Bank Indonesia Aceh sangat aktif membangun koordinasi dengan Pemerintah Aceh dalam memantau kondisi ekonomi di daerah ini. Secara rutin BI menyampaikan kajian ekonominya tentang situasi Aceh, yang kemudian menjadi acuan kami dalam merencanakan program pembangunan ke depan,” ujar Azhari. 

    Atas prakarsa dan inisiatif BI, tambah Azhari di Aceh sudah hadir website Pusat Informasi harga Pangan strategis (PIHPS), sehingga publik bisa memantau harga-harga pangan di pasar. (avi)
  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar