• BI: Perekonomian Aceh Sangat Tergantung APBA

    Selasa, 10 Januari 2017 10:52

    AHMAD Farid, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh memberikan cenderamata kepada Pemimpin Umum Harian Serambi Indonesia H Sjamsul Kahar, yang didampingi Pemimpin Perusahaan Mohd Din saat berkunjung ke Kantor Serambi Indonesia, Meunasah Manyang PA, Aceh Besar, Senin (9/1). 

    BI: Perekonomian Aceh Sangat Tergantung APBA

    BANDA ACEH - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Ahmad Farid mengatakan saat ini perekonomian di Aceh masih sangat bergantung dari perputaran uang yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).
    Ahmad Farid menyampaikan hal ini saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor Harian Serambi Indonesia di Gampong Meunasah Manyang PA, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Senin (9/1). Kedatangannya itu diterima Pemimpin Umum Serambi Indonesia, H Sjamsul Kahar, Pemimpin Perusahaan, Mohd Din, Manajer Iklan, Hari Teguh Patria, Manajer Percetakan Umum, Firdaus, dan Manajer Promosi, M Jafar.
    Ahmad Farid menyampaikan, bergantung perekonomian daerah pada anggaran negara tentu bukanlah hal baik karena seharusnya perekonomian itu digerakkan oleh sektor swasta. Karena itu, ia menyarankan agar APBA itu harus optimal dimanfaatkan untuk menggerakkan tumbuhnya sektor swasta di Aceh.
    “Sektor industri masih minim, padahal Aceh penghasil beras dan hasil pertanian lainnya, sehingga sangat dibutuhkan kontribusi pihak swasta dalam mengembangkan sektor industri, karena tidak mungkin hanya berharap dari APBA,” ujar Ahmad Farid kemarin.
    Ia menambahkan saat ini sebagian besar kebutuhan masyarakat di Aceh dipasok dari luar daerah, seperti di sektor kontruksi dan konsumsi. Dengan demikian otomatis uang Aceh dalam jumlah besar akan lari ke luar daerah.
    Menurutnya, salah satu sektor yang sangat berpotensi dikembangkan di Aceh yaitu pariwisata. Pasalnya, Aceh memiliki potensi wisata yang beragam, seperti wisata alam, wisata religi, dan wisata budaya. Misalnya keindahaan alam Sabang, Lampuuk, Masjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami, fan Taman Nasional Leuser.
    Sebab, lanjutnya, perkembangan sektor pariwisata akan mendorong tumbuhnya sektor usaha lainnya seperti perhotelan, transportasi, restoran, dan usaha kecil menengah. Sehingga akan terbukanya kesempatan kerja yang lebih besar di Aceh. Apalagi faktanya, saat ini angka kemiskinan di Aceh masih sangat tinggi.
    Sehingga Farid melihat, saat ini solusi dalam meningkatkan perekonomian Aceh dalam jangka pendek tentu dengan pariwisata. Karena jika berangan-angan membangun sektor industri, tentu membutuhkan waktu yang relatif lama. (mun)


    Baca Aslinya di http://aceh.tribunnews.com/2017/01/10/bi-perekonomian-aceh-sangat-tergantung-apba

    Description: http://ib.adnxs.com/seg?add=4263116&t=2


  • You might also like

    No comments:

    Post a Comment