• Siapa yang Mendesain Uang Rupiah Baru?



    GenBI Aceh| Jakarta- Presiden RI Joko Widodo bersama dengan Bank Indonesia telah meluncurkan uang rupiah baru emisi 2016 yang memiliki desain dan gambar pahlawan baru. ‎Sampai saat ini Bank Indonesia terus melakukan sosialisasi dan penukaran uang baru tersebut di seluruh wikayah Indonesia.

    Banyak yang menilai rupiah emisi 2016 mirip dengan beberapa mata uang negara lain, mulai dari Yuan hingga Euro. Lalu, sebenarnya siapa yang mendesian rupiah emisi 2016 ini?

    Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara menjelaskan‎ semua hal yang berkaitan dengan mata uang, mulai dari desain hingga peredaran, diatur dalam Undang-Undang (UU) mata uang.


    "Secara khusus, pada pasal 10 UU Mata Uang diatur bahwa ciri, desain dan kriteria bahan baku ditetapkan oleh BI," kata Tirta saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (26/12/2016).

    Meski Bank Indonesia memiliki hak itu, namun dalam praktiknya untuk mendesain uang rupiah, BI juga meminta masukan kepada pihak-pihak terkait antara lain pemerintah (baik pusat maupun daerah), akademisi, sejarawan, tokoh masyarakat, dan penyandang disabilitas untuk mengakomodasi kebutuhan yang bersangkutan dalam identifikasi dan pengenalan uang Rupiah.

    Dalam UU mata uang tersebut juga dijelaskan bahwa desain rupiah harus menganut prinsip-prinsip standar internasional mengenai mata uang.‎ Karena sejatinya, rupiah akan menjadi simbol negara, sehingga proses desain juga sangat hati-hati.

    "Secara teknis, sesuai dengan amanat UU Mata Uang, pelaksana pencetakan uang adalah Perum Peruri, maka BI berkoordinasi dengan Perum Peruri dalam melakukan proses desain uang," tegas Tirta. (R.6)
  • You might also like

    1 comment:

    1. Gubernur BI Tegaskan Kembali Uang Rupiah Tidak Memuat Simbol Terlarang Palu dan Arit

      Bapak/Ibu Pegawai Bank Indonesia yang berbahagia,

      Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, menegaskan kembali bahwa uang Rupiah tidak memuat simbol terlarang palu dan arit. Hal tersebut disampaikan menanggapi informasi dan penafsiran yang berkembang di media, yang menyatakan bahwa uang Rupiah memuat simbol terlarang palu dan arit. Gambar yang dipersepsikan oleh sebagian pihak sebagai simbol palu dan arit merupakan logo Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal, sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan. Gambar tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso), yang merupakan bagian dari unsur pengaman uang Rupiah. Unsur pengaman dalam uang Rupiah bertujuan agar masyarakat mudah mengenali ciri-ciri keaslian uang, sekaligus menghindari pemalsuan.

      Gambar rectoverso dicetak dengan teknik khusus sehingga terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang, dan hanya dapat dilihat utuh bila diterawang. Rectoverso umum digunakan sebagai salah satu unsur pengaman berbagai mata uang dunia, mengingat rectoverso sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus. Di Indonesia, rectoverso telah digunakan sebagai unsur pengaman Rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang Rupiah sejak tahun 2000.

      Gubernur Bank Indonesia menegaskan pula bahwa Rupiah merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal ini, uang Rupiah ditandatangani bersama oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Untuk itu, Bank Indonesia mengingatkan kembali kepada masyarakat agar senantiasa menghormati dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik.
      By. Manjuria M.A, SE (Manajer KKK) KPwBI Provinsi Aceh.

      ReplyDelete