Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2017

Uang Juga Berinovasi

Gambar
UANG JUGA BERINOVASI Sebagai alat pembayaran yang sah, uang menjadi hal yang sangat diprioritaskan oleh manusia. Meskipun begitu, uang tidak mau ketinggalan zaman. Uang juga melakukan inovasi dalam menghadapi era globalisasi. Sebut saja e-money atau uang elektronik. Sebagian orang awam mungkin belum akrab dengan sebutan itu. Uang elektronik (uang digital) adalah uang yang digunakan dengan transaksi dengan cara elektronik. Bank Indonesia mengumumkan peraturan baru, yaitu Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/8/PBI/2014 untuk merevisi Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik (Electronic Money/e-money). Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan regulasi uang elektronik dan mendorong penggunaan uang elektronik menjadi lebih luas. Bank Indonesia mendukung adanya uang elektronik. Tujuannya, untuk mengurangi peredaran uang tunai serta dapat mengurangi biaya cetak uang yang mahal. Uang elektronik tidak serta merta ditetapkan sebagai sebuah kebijakan dalam

Kehadiran LKD Sebagai New Comer Dikalangan Masyarakat Aceh

Gambar
KEHADIRAN LKD SEBAGAI NEW COMER DIKALANGAN MASYARAKAT ACEH Kehadiran Layanan Keuangan Digital (LKD) sebagai gerakan nontunai oleh Bank Indonesia masih belum begitu dikenal oleh masyarakat Aceh. Penggunaan instrumen keuangan digital di Aceh masih sangat rendah, baik itu di perkotaan maupun di pedesaan. Meskipun BI sudah meluncurkan LKD beberapa tahun sebelumnya, namun hampir seluruh masyarakat Aceh belum begitu kenal dan mengetahui apa itu non tunai, dan apa itu LKD sehingga kehadirannya masih dianggap sebagai sesuatu yang baru (new comer). Hal ini dikarenakan sifatnya yang dilakukan secara elektronik, diiringi dengan akses perbankan yang cenderung masih sangat rendah disetiap dearah yang ada di Aceh, apalagi dipedesaan yang bisa dikatakan sebagai masyarakat yang belum melek bank.  Menurut Deputi Direktur Program Elektronifikasi dan Keuangan Inklusi Bank Indonesia, Rahmi Artati, pola pikir masyarakat Indonesia masih cash minded economy. Tidak terkecuali Aceh yang masyarakatnya

Akselerasi Pertumbuhan Perekonomian Aceh Melalui Non Tunai

Gambar
Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indoneisa di Kabupaten Aceh Barat AKSELERASI PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN ACEH MELALUI NON TUNAI Gerakan nasional non-tunai (GNNT) yang selama ini gencar disosialisasikan oleh Bank Indonesia tidak hanya menawarkan sisi praktisnya seperti kemudahan dalam bertransaksi, cepat, efesiensi, dan aman, tetapi juga sangat berpengaruh bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi suatu daerah. Hal ini disebabkan karena mengurangi biaya yang di keluarkan oleh Bank Indonesia untuk mencetak uang baru. Nilai intrisik untuk mencetak selembar uang bisa lebih besar dari nilai nominal yang tertera pada selembar uang kertas, biaya yang paling besar sebagaimana yang kemukakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia tahun 2015, Eko Yulianto, untuk mencetak uang 8,3 miliar lembar butuh biaya Rp 3,5 triliun. "Uang nominal seratus ribu paling mahal," kata Eko (sumber kompasiana). Berarti untuk mencetak uang

Beasiswa Bank Indonesia Untuk UIN Ar-Raniry dan Unsyiah Tahun 2017 Telah Dibuka

Gambar
PERSYARATAN Mahasiswa Strata 1 (S1) Universitas Syiah Kuala dan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry; Sekurang–kurangnya telah menyelesaikan 3 (tiga) semester dan/atau telah menempuh 40 (empat puluh) satuan kredit semester (SKS); Usia tidak lebih dari 23 (dua puluh tiga) tahun pada saat menerima beasiswa; Memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3.00 (skala 4); Mempunyai pengalaman menjalankan aktivitas sosial yang memiliki dampak kebermanfaatan bagi masyarakat; Berasal dari latar belakang ekonomi keluarga kurang mampu (keluarga pra sejahtera); Tidak sedang menerima beasiswa, bekerja dan atau berada dalam status ikatan dinas dari lembaga/Instansi lain; Bersedia untuk berperan aktif, mengelola dan mengembangkan Komunitas   Generasi Baru Indonesia (GenBI) serta berpartisipasi pada semua kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia; Prioritas Program Studi/Jurusan/Departemen: Fakultas Ekonomi : Ilmu Ekonomi, Studi Pembangunan , Manajemen/Pendidikan E

GenBI Aceh Mengadakan Gathering Serta Yasinan Bersama

Gambar
Genbiaceh.or.id | Banda Aceh.  Dalam rangka membangun komunikasi dan ukhwah silaturrahmi dalam komunitas,  Anggota Genbi Aceh mengikuti pengajian bersama serta diskusi ringan terkait kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan ke depan yang diselenggarakan oleh GenBI Aceh. Kamis, (09/03/2017) Kegiatan ini dibukakan langsung oleh Ketua Umum Generasi Baru Indonesia Provinsi Aceh T. Nori Nanda serta dilanjutkan dengan yasinan bersama.   Dalam sambutan nya, Nanda meyampaikan “pentingnya komunikasi dan kerjasama dalam tim untuk membuat sebuah perubahan, tentunya turut andil dalam setiap kegiatan. Dengan adanya temuramah seperti ini kami harapkan kekompakan dan kekeluargaan dalam komunitas ini akan tetap terjaga”. Pungkas Nanda. Kegiatan yasinan serta diskusi bersama yang diikuti oleh anggota GenBI Aceh ini pun sangat menarik ketika beberapa delegasi yang mengikuti Leadership Camp membagikan pengalaman nya kepada para peserta lain nya. Diskusipun pecah setelah beberapa cerita ter