Latest News
Selasa, 14 Maret 2017

Akselerasi Pertumbuhan Perekonomian Aceh Melalui Non Tunai

Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) Bank Indoneisa di Kabupaten Aceh Barat
AKSELERASI PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN ACEH MELALUI NON TUNAI

Gerakan nasional non-tunai (GNNT) yang selama ini gencar disosialisasikan oleh Bank Indonesia tidak hanya menawarkan sisi praktisnya seperti kemudahan dalam bertransaksi, cepat, efesiensi, dan aman, tetapi juga sangat berpengaruh bagi akselerasi pertumbuhan ekonomi yang signifikan bagi suatu daerah. Hal ini disebabkan karena mengurangi biaya yang di keluarkan oleh Bank Indonesia untuk mencetak uang baru.
Nilai intrisik untuk mencetak selembar uang bisa lebih besar dari nilai nominal yang tertera pada selembar uang kertas, biaya yang paling besar sebagaimana yang kemukakan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Departemen Pengelolaan Uang Bank Indonesia tahun 2015, Eko Yulianto, untuk mencetak uang 8,3 miliar lembar butuh biaya Rp 3,5 triliun. "Uang nominal seratus ribu paling mahal," kata Eko (sumber kompasiana). Berarti untuk mencetak uang kartal (uang kertas dan uang logam) Bank Indonesia harus mengeluarkan cost yang sangat tinggi tiap tahunnya.
Dilihat dari besarnya cost yang harus dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk mencetak uang baru, dinilai sangat kurang efektif dan efisien, maka sudah saatnya kita sebagai masyarakat yang peduli terhadap kesejahteraan membantu mengakselerasikan perekonomian daerah dengan mendukung program yang dicanangkan Bank Indonesia berupa Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) untuk mengajak masyarakat bertransaksi secara non tunai. Hal ini akan mengurangi cost untuk mencetak uang baru disetiap tahunnya.
Peralihan cara bertransaksi dari tunai ke non tunai (electronic) dinilai sangat efektif dan efisien disebabkan banyak biaya yang kemudian bisa dihemat, dan kemudian biaya yang terpangkas dapat lebih dioptimalkan dan disalurkan untuk penambahan fasilitas layanan keuangan digital bagi suatu daerah yang berpengaruh pada akselerasi pertumbuhan perekonomian di daerah tersebut. Selain itu juga dapat dialokasikan untuk mencetak kartu uang elektronik sebagai pengganti dari uang kartal (uang kertas dan uang logam).
Salah satu tindakan yang harus dilakukan oleh pemerintah Aceh agar Layanan keuangan Digital (LKD) dapat membantu mengakselerasikan perekonomian daerah adalah dengan cara mendukung kebijakan Bank Indonesia untuk menjalankan Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT). Hal tersebut dapat dilakukan dengan memperluas akses kepada masyarakat Aceh dan megintruksikan kepada lembaga perbankan untuk menyediakan sarana dan prasana yang cukup ditiap-tiap kabupaten kota bahkan di setiap daerah terpencil pun harus bisa mengakses layanan keuangan digital ini. Dengan menyediakan merchant yang selama ini menjadi kendala dari penggunaan transaksi secara non tunai (elektronik).
Apalagi di Provinsi Aceh masih sangat kurang penyediaan merchant, bisa dikatakan yang
baru menyediakan fasilitas untuk bertransaksi non tunai baru tersedia ditempat pembelanjaan tergolong mewah seperti, indomaret, suzuya mall, hermes mall, dan beberapa toko kelontong dan cafe. Tindakan yang harus dilakukan oleh lembaga perbankan yang mendukung Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) adalah memperluas jaringan atau outlet untuk penggunaan uang elektronik. Hal ini harus segera teratasi dengan mengajak kerjasama dengan semua pedagang kelontong atau rumah makan dan cafe-cafe di Aceh..
Sistem layanan keuangan digital masih dapat dimaksimalkan penerapannya di aceh, dengan memastikan semua sistem pelayanan publik dan instansi pemerintahan mengunakan fasilitas layanan keuangan digital. Sehingga semua pemasukan dan pengeluaran kas daerah dapat terpantau secara jelas.

Pentingnya Dukungan Komunitas
Dalam hal memperluas akses kepada masyarakat di Aceh Bank Indonesia dan lembaga perbankan dalam hal mensosialisakan tentang Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di daerah-daerah terpencil dapat melibatkan komunitas yang ada di Aceh. Dikeranakan sangat banyak para relawan dari berbagai komunitas mengadakan kegiatan yang bersifat produktif dan mendukung pogram-pogram yang canangkan oleh pemerintah, baik yang bergerak dibidang pendidikan, kepemudaan dan sosial,lingkungan bahkan sudah ada komunitas yang bergerak untuk pengembagan ekonomi kreatif di beberapa daerah di Aceh.

Kenapa perlu melibatkan komunitas?  karena semua komunitas yang ada di Aceh bergererak dengan suka rela dan tampa pamrih, semua visi dan misi komunitas itu tujuannya supaya dapat memberi kontribusi yang positif bagi masyarakat dan berbagi pengetahuan demi generasi muda Aceh yang kreatif, aktif dan inovatif. Sehingga hal tersebut berperluang untuk mendidik generasi muda Aceh melaui komunitasnya masing-masing dengan dilibatkan dalam setiap pogram yang bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat Aceh.

  • Google+ Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Akselerasi Pertumbuhan Perekonomian Aceh Melalui Non Tunai Rating: 5 Reviewed By: genBI Aceh