Latest News
Selasa, 14 Maret 2017

Uang Juga Berinovasi

UANG JUGA BERINOVASI
Sebagai alat pembayaran yang sah, uang menjadi hal yang sangat diprioritaskan oleh manusia. Meskipun begitu, uang tidak mau ketinggalan zaman. Uang juga melakukan inovasi dalam menghadapi era globalisasi. Sebut saja e-money atau uang elektronik. Sebagian orang awam mungkin belum akrab dengan sebutan itu. Uang elektronik (uang digital) adalah uang yang digunakan dengan transaksi dengan cara elektronik.
Bank Indonesia mengumumkan peraturan baru, yaitu Peraturan Bank Indonesia Nomor 16/8/PBI/2014 untuk merevisi Peraturan Bank Indonesia Nomor 11/12/PBI/2009 tentang Uang Elektronik (Electronic Money/e-money). Perubahan ini dimaksudkan untuk menyempurnakan regulasi uang elektronik dan mendorong penggunaan uang elektronik menjadi lebih luas. Bank Indonesia mendukung adanya uang elektronik. Tujuannya, untuk mengurangi peredaran uang tunai serta dapat mengurangi biaya cetak uang yang mahal.
Uang elektronik tidak serta merta ditetapkan sebagai sebuah kebijakan dalam startegi keuangan inklusif. Uang elektronik dijadikan alat pembayaran yang sah dengan memenuhi beberapa unsur diantaranya diterbitkan atas dasar nilai uang yang disetor terlebih dahulu kepada penerbit, nilai uang di simpan secara elektronik dalam suatu media server atau chip.
Di samping memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, uang elektronik juga memudahkan kita membawa uang kemana saja tanpa perlu berkantong tebal. Namun, belum semua tempat bisa bertransaksi dengan uang elektronik. Tempat-tempat yang sudah memberlakukan transaksi dengan uang elektronik antara lain beberapa minimarket ternama di Indonesia seperti Indomaret, Alfamart, kemudian pembayaran transportasi umum seperti bus Transjakarta, dan tiket kereta api. Uang elektronik juga dapat digunakan melalui ponsel untuk mengirim uang tanpa harus ke Bank atau mesin ATM.
Setiap hal pasti memiliki dua sisi, yaitu sisi negatif dan sisi positif. Begitu juga dengan uang elektronik. Hal positif yang dirasakan masyarakat dengan menggunakan uang elektronik adalah masyarakat tidak perlu lagi melakukan antrian panjang untuk melakukan transaksi sehingga meningkatkan efektivitas transaksi. Masyarakat tidak perlu membawa uang banyak jika hendak berbelanja bulanan. Cukup dengan selembar kartu uang elektronik. Uang elektronik dapat di isi dengan nominal hingga satu juta rupiah. Sisi negatif dari uang elektronik adalah jika kita kehilangan kartu tersebut, maka semua uang yang ada di dalamnya juga hilang. Kartu uang elektronik juga tidak memiliki pin, sehingga mudah dipindah tangankan.
Salah satu peran Bank Indonesia sebagai bank sentral adalah menjaga stabilitas keuangan.  Bank Indonesia mendukung Strategi Keuangan Inklusif melalui penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital (LKD). Telkomsel adalah yang pertama mendapatkan sertifikat dari BI pada tahun 2007 untuk menjalankan bisnis e-money, produknya bernama T-cash. Kemudian ada Flazz dari Bank Central Asia (BCA), kartu e-cash dari Bak Mandiri.
Pengguna uang elektronik terus meningkat. Hal itu menunjukkan bahwa masyarakat menyetujui kebijakan yang diterapkan oleh Bank Indonesia. Akan tetapi bagi masyarakat awam itu menjadi kendala usaha Bank Indonesia untuk meningkatkan penggunaan uang elektronik. Untuk masyarakat yang tinggal diperkotaan hal itu akan mudah diterima. Namun, masyarakat Indonesia mayoritasnya tinggal di pedesaaan dan kurang terjangkau dalam menghadapi era yang semakin maju. Itu menjadi tugas bagi Bank Indonesia untuk terus meningkatkan informasi mengenai uang elektronik. Bila perlu di adakan sosialisasi bagi masyarakat supaya memahami benar tetang uang elektronik. Bagi pengguna uang elektronik juga harus berhati-hati agar kartunya tidak sampai hilang.
Kebijakan Bank Indonesia ini akan menekan laju inflasi dan menciptakan perekonomian yang efektif terutama dalam bertransaksi. Dalam hal ini juga diperlukan peran dan dukungan dari masyarakat sebagai pemanfaat kebijakan. Usaha Bank Indonesia untuk meningkatkan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi harus ditanggapi dengan positif agar tujuan yang sebenarnya dalam terealisir dengan baik dan tepat sasaran. Terlepas dari pro dan kontra di kalangan masyarakat, uang elektronik menjadi inovasi.

Kebijakan Bank Indonesia ini mengajarkan kita bahwa perkembangan zaman tidak boleh ditanggapi dengan sepele. Sudah saatnya bangsa Indonesia maju dan terus berinovasi. Uang yang merupakan hal penting dalam memenuhi kebutuhan hidup harus dimanfaatkan dengan benar. Supaya uang menjadi berkah dalam hidup bukan membawa musibah.
  • Google+ Comments
  • Facebook Comments

0 komentar:

Posting Komentar

Item Reviewed: Uang Juga Berinovasi Rating: 5 Reviewed By: Unknown