• Salah Satu Upaya Dari 1001 Cara Menuju Aceh Sejahtera Oleh Bank Indonesia


    Oleh : Farida Purnama
    Anggota GenBI Aceh
    Negeriku negeri idaman yang sangat didamba-damba dan dibanggakan, dambaan dan kebanggaan siapa?? Ya, Dambaan kamu, Aku, Kita semua, masyarakat Aceh lah pastinya!! Karna yang lain juga pasti membanggakan tanah kelahirannya sendiri. Kalian bangga tidak sebagai orang Aceh?? Aku tau jawaban kalian semua!! Pasti dengan ekspresi semangat kalian berkata “aku bangga sebagai orang Aceh dan bisa tinggal di negeri ini” begitu bukan,,?? Namun tidak begitu dengan yang kurasakan, aku tidak bangga sebagai orang Aceh!! tapi bersyukur atas anugrah Allah yang telah menciptakan Aceh untuk kita semua.
    Ya memang sudah semestinya untuk bersyukur, sebagai bukti, pejamkan matamu lalu terawanglah dalam bayanganmu, dimana ada orang-orang miskin yang bisa tidur diatas limpahan emas selain Aceh, dimana ada orang yang susah yang hidup berdampingan dengan triliunan venus penghasil getah pendatang kekayaanselain Aceh, dimana ada orang yang masih kelaparan ditengah-tengah bahan pangan melimpah diatas tanah yang subur. Kekurangan protein karna jarang mengkonsumsi ikan, padahal Aceh salah satu penghasil Tuna terbaik dunia. Aceh punya nilam yang bisa menembus mancanegara, Aceh punya sejarah dan budaya yang sangat kuat, unik dan menarik yang dapat dikenalkan kepada dunia, Aceh punya panorama Alam yang luarbiasa dengan keindahan tepi pantai, kepulauan, pegunungan serta telaga raksasa yaitu danau Laut Tawar dengan ikan depiknya. Serta yang telah diakui dunia yaitu Kopi Arabika Gayo, dan masih banyak lagi yang tidak akan ada habisnya jika disebutkan satu persatu.
    Nah, kurang apalagi ??? memang tidak ada kurangnya, karna semua tercipta sempurna!!. Karna terlalu sempurna semua pembaca terlena dan terhanyut membayangkannya. Rasanya cukup sudah pengahayatan ini, saatnya kita harus bangun dan keluar dari zona aman sekarang juaga, karna kesempurnaan ini tidak akan dapat mensejahterakan kita semua jika tanpa ada usaha untuk pengelolaan yang efektif dan efisien. Mau jadi apa negeri ini???, mau seperti apa generasi kelak??? Apa yang akan kita tinggalkan untuk mereka anak cucu kita kelak??? Ingat leluhur kita telah mewariskan kemerdekaan kepada kita semua!! Kita, apa yang telah kita lakukan demi generasi ini?? Apa?? .
    Kita cerdas, punya politik yang bagus, spritual yang tidak diragukan lagi, ya kata mereka yang tidak tinggal di Aceh. Lalu kenapa kita masih miskin, masih melarat, masih banyak yang luntang-lantung, seolah-olah kesempurnaan Aceh hanya sampul belaka. Ini semua terjadi karna potensi SDM yang sangat lemah. Ada SDM yang berintelektual tinggi tidak punya kearifan spitual sehinga ada banyak tikus kantor dimana-mana. Ada yang beretika mulia namun tidak berilmu sehingga tidak dapat mengelola dengan baik dan benar. Ada yang punya keduanya namun jarang yang menetap untuk membangun negeri ini, kebanyakan memilih tinggal diluar daerah, yang paling parah adalah yang tidak punya kesadaran bukan mengelolala dengan baik malah merusak alam. Hal ini adalah beberapa penyebab dari sekian banyak penyebab yang membuat Aceh slalu kecolongan. Seolah-olah “ada maling yang masuk kerumah namun pemiliknya berdiam saja dan berkata ambil lah sesukamu malinggg...” haha secara kasat mata begitulah keadaan Aceh saat ini. Gara-gara tidak dapat bersaing kita ngannggur, setelah nganggur tidak punya pendapatan, kemuadian kelaparan apalagi mengecam dunia pendidikan!!! terus dapat ilmu darimana coba???untuk dapat mengelola negeri ini.
    Namun tidak boleh pesimis, harus slalu optimis karena itu semua masih dapat diselesaikan dengan 1001 cara, tinggal kitanya mau tidak merubah itu semua. Banyak sudah beasiswa yang dikeluarkan pemerintah baik instansi-instasi lainnya. Sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan perekonomian lebih tepatnya pemerataan ekonomi melalui program pencerdasan generasi indonesia pada umumnya dan Aceh yang terkhusus, dalam bentuk pemberian bantuan dibidang pendidikan. Diantaranya adalah Bank Indonesia.
    Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia dan merupakan badan hukum yang memiliki kewenangan untuk melakukaan perbuatan hukum. Bank Indonesia memiliki tujuan yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Untuk mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia melaksanakan kebijakan moneter secara berkelanjutan, konsisten, transparan dan harus mempertimbangkan kebijakan umum pemerintah dibidang perekonomian. BI memiliki kedudukan sebagai lembaga negara Independen yang berada diluar pemerintahan. Walaupun kedudukannya diluar pemerintahan, BI tetap punya hubungan kerja serta koordinasi yang baik  dengan lembaga-lembaga pemerintahan. Bank Indonesia juga memiliki visi yaitu menjadi lenmbaga Bank Sentral yang kredibel atau dapat dipercaya.
    Jika dilihat sekilas, sebenarnya Bank Indonesia tidak berkewajiban secara signifikan dalam mencetak SDM yang berpotensial untuk pembangunan Aceh. Meski demikian mereka tetap berkontribusi dalam mencerdaskan generasi Indonesia. Tidak terhenti hanya untuk memberi besiswa saja, Bank Indonesia juga membentuk dan membina beberapa komunitas. Komunitas ini sangat bagus untuk membentuk SDM yang berkelas. Disini para generasi dapat belajar untuk menjadi pemimpin yang bijaksana, karna banyak pelatihan-pelatihan yang dapat merubah karakter generasi menjadi lebih baik. Seperti pelatihan public speaking dan menulis, Bank Indonesia juga sering mengikutsertakan komunitas ini dalam melaksanakan kegiatan-kegiatannya. Hal ini sangat berdampak positif, karna dapat terjun langsung dan merasakan sedikit banyaknya bagaimana dunia kerja yang akan dihadapi kelak. Banyak kegitan yang digalakkan disini, bakti sosial dan kegiatan lainnya. Dalam artian Bank Indonesia membuka jalan selebar-lebarnya bagi generasi yang mau menjadi agent of change “agen perubahan” Aceh untuk belajar baik secara teori maupun praktik bersama mereka.
    Secara tidak langsung Bank Indonesia telah memfasilitasi wadah dan sarana untuk negara dalam menciptakan SDM yang profesional sehingga mengurangi pengangguran dan mencapai pemerataan perekonomian demi kesempurnan dan kemakmuran Aceh. Bukan kemakmuran sebagian orang namun kemakmuran seluruh masyarakat. Adapun wadah atau komunitas tersebut salah satunya adalah GenBI (Generasi Baru Indonesia). Sebuah kontribusi yang tampak sederhana yang insyaAllah akan berdampak luarbiasa.Aku merasa Bank Indonesia punya maksut tersirat bukan tersurat dalam upaya pemberian beasiswa dan pembentukan komunitas ini. Yaitu mengajak kita semua untuk bergabung bersama dalam membenahi negeri ini menjadi negeri yang di idamkan dunia dengan perubahan yang digalakkan Generasi Baru Indonesia. I’m coming Aceh Sejahtera.

    Nama               : Farida Purnama
    Universitas      : Islam Negeri Arraniry
    Fakultas           : Ekonomi dan Bisnis Islam
    Jurusan            : Ekonomi Syariah
    Angkatan        : 2014

    GenBI             : 2016
  • You might also like

    No comments:

    Post a Comment