• Bank Indonesia Gelar Seminar Pemberdayaan Ekonomi Islam






    www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh- Bank Indonesia menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah yang dibuka dengan Seminar bertajuk "Model Pembelajaran Usaha Syariah Berbasis Masjid dan pesantren" di Gedung Taman Budaya, Banda Aceh, Sabtu (20/7/2019).


    Sepuluh menit sebelum acara, ruangan sudah terisi oleh mahasiswa dan siswa serta staf Bank yang ada di Aceh.

    Seminar ini dipandu oleh moderator yaitu Dr. Hafas Furqani dengan pemateri utama Dr. Irfan Syauqi Beik dari BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), dalam diskusi seminar ia memaparkan beberapa pemberdayaan yang dilakukan oleh Basnaz seperti lembaga pemberdayaan ekonomi mustahik (LPEM) yang di dalamnya terdapat program mustahik pengusaha, program lumbung pangan, dan mendirikan Zmart.

    Kemudian lembaga zakat community development (ZCD) di sini mereka membuat desa ekowisata kopi, pemberdayaan nelayan, budidaya kerang darah. Lembaga pemberdayaan peternak mustahik (LPPM) terdapat program balai ternak. Dan yang terakhir lembaga baznas microfinance (BMFI).
    Dilanjutkan dengan pemateri kedua yaitu Prof. Raditya Sukmana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Ia memaparkan materi tentang pemberdayaan ekonomi melalui wakaf produktif.

    Wakaf produktif merupakan yang membuat usaha dan mendapatkan keuntungan. Ia juga menyampaikan agar dapat menghilangkan riba maka berwakaflah. Selain tentang wakaf ia turut membahas tentang zakat. di Cairo terdapat Universitas dengan biaya kuliah yang gratis karena biaya tersebut didapat dari hasil panen kebun kurma yaitu Al-Azhar University. Di Hamdard University India juga biaya kuliahnya gratis.

    Dapat disimpulkam bahwa dengan kita berwakaf, kita akan mendapatkan keuntungan yang banyak jika dikelola dengan baik dan benar.

    Seminar ini berlangsung dengan lancar dari antusias seluruh peserta. Banyak peserta yang turut berpartisipasi ketika sesi tanya jawab.
    Dengan diselenggarakannya seminar ini diharapkan para peserta mampu mengaplikasikan dalam memberdayakan ekonomi melalui zakat dan wakaf.

    Acara ini sebelumnya juga turut dihadiri oleh walikota Banda Aceh Aminullah Usman dan pejabat penting lainnya.[Muliza Nur]

  • You might also like

    Tidak ada komentar:

    Posting Komentar