Tampilkan postingan dengan label Agenda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agenda. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 April 2020

BI sosialisasikan QRIS Sebagai Teknologi Transaksi Terbaru di Aceh



Banda Aceh – Untuk memperkenalkan implementasi penggunan Quick Response Code Indonesia Standart (QRIS) sebagai salah satu metode transaksi terbaru Bank Indonesia (BI) mengadakan Edukasi QRIS Nasional yang mengusung Tema "Jak Tapake QRIS" Geulanggang mahasiswa Unsyiah, Sabtu (14/03/2020).

Sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh jajaran forkompimda  serta perwakilan Generasi Baru Indonesia (GenBi) Aceh sebagai Agam dan Inong QRIS.

Kepala Bank Indonesia Aceh Zainal Arifin Lubis, dalam sambutannya mengatakan BI terus berupaya untuk terus beralih untuk menurunkan kondusis uang yang begitu besar dan mendorong penguatan Usaha Kerja Menengah (UKM).

Untuk itu QRIS juga dirancang sebagai antisipasi penyebaran virus Corona melalui uang kertas yang digunakan sebagai transaksi tunai oleh masyrakat.

“Kita berharap melalui QRIS ini masyarkat Aceh dapat terbebas dari virus corona, QRIS dibuat untuk mengupayakan agar masyrakat UKM dan pedagang kecil lainnya agar tetap maju sehingga masyarakat bisa memanfaatkan transaksi baru yaitu QRIS untuk memudahkan transaksi antar penjual dan pembeli secara efisiensi melalui tatap muka langsung atau universal melalui kanal manapun,” kata Zainal 

Ia juga menambahkan kode QR yang menggunakan QRIS sudah diseragamkan untuk BPJS seperti Go Pay, OVO, dan LinkAja.

Sementara itu, pelaksana tugas Gubernur Aceh Nova Iriyansyah dalam sambutan tertulisnya yang disampaikan oleh kepala Bappeda mengatakan bahwa, QRIS merupakan langkah penting dalam mengenalkan dan mengedukasi masyarakat dalam sarana traksaksi non tunai yang praktis dan efisien, ia berharap melalui kegiatan ini dapat menjembatani kebutuhan masyrakat dan pelaku UKM terhadap layanan jasa yang dikembangkan oleh BI, ini merupakan cakrawala dalam berfikir untuk memanfaatkan teknologi, kegiatan ini sejalan dengan rencana mewujudkan aceh smart provinsi, sebagai provinsi yang nyaman dengan system teknologi komunikasi yang terinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kita berada di era digital yang serba cepat mudah dan instan, hampir seluruh linit kehidupan sehari-hari ditopang oleh internet, masa semua sadar teknologi dan diera ini kita dapat berkomunkasi sedemikian dekat walau posisi tak terlihat, kini transaksi cukup menggunakan selembar kartu debet saja bahkan dengan menggunakan smartphone, transaksi QRIS dapat mempermudah dan memberi efek positif yang menguntungkan kedua pihak, Qris menjadi jembatan penghubung yang harus kita dukung bersama, ini pertanda bahwa seluruh elemen di aceh yang bertujuan mewujudkan system pembayaran yang handal, kita berharap Qris dapat membawa Qris lebih maju dan berkembang dan tidak dipusingkan dengan transaksi lainnya, saya menghimbau masyarakat untuk menggunakan Qris untuk meningkatkan omzet pendapatan, pelaku UKM harus menerapkan dengan baik dan jangan abai dengan dunia digital , pelaku UKM akan didukung oleh pemerintah mulai dari modal dan promosi sehingga produk UKM dapat dikenal oleh manca Negara. *(Anita)

Senin, 02 Desember 2019

GenBI Unaya Sosialisasi Lingkungan Bersih


www.genbiaceh.or.id | Aceh Besar - Generasi Baru Indonesia (GenBI) Aceh Komisariat Universitas Abulyatama (Unaya) mengadakan kegiatan aksi bersih-bersih di Desa Rabeu, Aceh Besar, Minggu (1/12/2019).

Mengusung tema "Generasi Tanpa Sampah", diadakan bertujuan agar kedepannya dapat menciptakan suasana kampung yang bersih dan bebas dari sampah.

GenBI Unaya berbaur bersama warga Desa Rabeu, Minggu (1/12/2019).

Ketua panitia, Nazir mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan bersih-bersih ini adalah untuk memberikan kesan dan contoh kepada setiap orang bahwa menjaga kebersihan itu penting.

“Kami ingin mengedukasi dan mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan,” katanya.

Kegiatan ini turut diapresiasi oleh masyarakat Desa Rabeu.

Keuchik Desa Rabeu, Fajri Wahed mengatakan, kegiatan ini sangat bagus, dan diharapkan dapat menjadi kegiatan yang continue untuk menjaga lingkungan bersih.

“Kegiatan yang bagus ni, sering-sering aja diadakan. Soalnya masih banyak penduduk yang enggan peduli tentang kebersihan. Maka dari pada itu, kesadaran itu sangat penting," katanya.

Kegiatan aksi bersih merupakan salah satu program kerja dari divisi lingkungan.[Desrika]

Minggu, 01 Desember 2019

GenBI UTU Gelar Seminar Kesehatan dan Donor Darah Massal


www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh- Komunitas Penerima Beasiswa Bank Indonesia, Generasi Baru Indonesia (GenBI) Aceh komisariat Universitas Teuku Umar (UTU) menyelenggarakan Seminar Kesehatan dan Aksi Donor Darah Massal, di Aula Utama Kampus setempat, Sabtu (30/11/2019).

Mengusung tema "Mengenal Sejak Dini dan Mencegah Penyakit Berbasis Lingkungan untuk Menciptakan Lingkungan Masyarakat Yang Sehat di Era Modern", kegiatan ini bertujuan agar dapat mensosialisasikan  baik secara langsung maupun mengunakan media sosial pentingnya mencegah penyakit dan menjaga lingkungan sejak dini di Era Modern.

Kegiatan ini turut dihadiri dua orang narasumber yaitu Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Azwar, SKM MPH dan Petugas Dinas Kesehatan Aceh Barat Aziz Bustari, S.Kep.NERS, MPH.


Narasumber memaparkan materi di Aula Utama UTU, Sabtu (30/11/2019).

Ketua panitia, Riza Ratna Sari mengatakan,  kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan masyarakat untuk hidup sehat dan menjaga kesehatan lingkungan serta mengenali penyakit yang timbul akibat lingkungan tidak bersih.

"Kesehatan merupakan modal utama bagi kita untuk melakukan aktivitas sehari-hari terutama pada saat di luar ruangan, dengan kegiatan ini semoga ilmu yang kita dapatkan mampu kita salurkan kepada masyarakat bahwa penting sekali menjaga lingkungan agar tidak menimbulkan penyakit yang dapat menghalagi aktivitas kita sehari-hari," katanya.

Azwar dalam pemaparannya mengatakan, salah satu penyebab penyakit lingkungan adalah karena lingkungan tidak kita kelola dengan baik.

Selain Azwar, Aziz Bustari juga turut mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan yang diadakan oleh komunitas GenBI  sangat berdampak positif pasalnya di era serba digital saat ini orang-orang bermalas-malasan serta seakan tidak peduli dengan kesehatan lingkungan.

Peserta Seminar Kesehatan dan Donor Massal GenBI UTU, Sabtu (30/11/2019).

Ketua GenBI Komisariat UTU Rahmat Dilta Harahap mengatakan, kegiatan seminar kesehatan ini merupakan salah satu langkah GenBI Komisariat UTU untuk mengkampanyekan agar menjaga lingkungan dan mencegah penyakit berbasis lingkungan sejak dini di era modern sehingga masyarakat terus membiasakan diri untuk berprilaku hidup bersih dan sehat.

"Melalui Kegiatan ini kita berharap nantinya perserta seminar dapat mengenali penyakit berbasis lingkungan yang timbul di masyarakat serta faktor-faktor yang merusak lingkungan. Kegiatan ini juga memberikan informasi bahwa GenBI hadir untuk mencegah dan selalu memperhatikan segala bentuk kerusakan lingkungan agar dapat diperbaiki guna keberlangsungan kehidupan di muka Bumi," katanya.[Syamsul, Rifky, Zulfahmi, Uci]

GenBI Aceh Peringati Maulid Nabi di Panti Asuhan


www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh-
Komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia, Generasi Baru Indonesia (GenBI) Aceh memperingati Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam di Panti Asuhan Nirmala, Lampineung, Banda Aceh, Minggu (1/12/2019).

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam Menuju Generasi Cerdas Berlandas Spiritual". Kegiatan ini dibuat sebagai bentuk meningkatkan rasa kepedulian dan saling berbagi terhadap sesama.

Anak-anak Panti Asuhan Nirmala bermain game ranking 1 yang dibuat oleh GenBI Aceh, Minggu (1/12/2019). 

Selain itu, Ketua panitia Zharfa Aninditya mengatakan, kegiatan ini turut serta membantu membangkitkan semangat generasi-genarasi muda yang akan melanjutkan estafet perjuangan negeri untuk meneladani akhlak Rasulullah.

 “Tujuan GenBI Aceh mengadakan acara ini adalah untuk menjadi alarm pengingat bagi generasi muda yang akan melanjutkan estafet perjuangan negeri untuk meneladani akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Tak hanya itu, menurut Zharfa, menjadi generasi cerdas tanpa menghilangkan nilai spiritual sangat penting.

"Menjadi cerdas tanpa melupakan nilai spiritual adalah point peringatan maulid ini," ujarnya.

Foto bersama anak-anak Panti Asuhan Nirmala dengan GenBI Aceh, Minggu (1/12/2019).

Kegiatan ini turut diisi dengan berbagai kegiatan dan juga tausyiah singkat oleh Ustadz Fadhli Alfasy.

Menurut Ustadz Fadhli, Moment Maulid menjadi moment untuk menambah wawasan agar dapat menunjukkan kecintaan terhadap Rasulullah.

“Memperbanyak bacaan shalawat dan mengikuti teladan Rasulullah SAW adalah bukti kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW," katanya.[Suci Mafthul Feni]

Senin, 14 Oktober 2019

Sebanyak 250 Mahasiswa Prestasi Ikuti Leadership Camp II



www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh - Sebanyak 250 mahasiswa prestasi penerima beasiswa Bank Indonesia, Generasi Baru Indonesia (GenBI) mengikuti Leadership Camp II di Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Aceh Besar.

Selain beasiswa, Bank Indonesia juga memberikan hard dan soft skill terhadap mahasiswa-mahasiswa berprestasi. Salah satunya dengan kegiatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan GenBI Aceh, yang dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 11-13 Oktober 2019.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari 5 Universitas Aceh, di antaranya yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Universitas Teuku Umar (UTU), Universitas Malikussaleh (Unimal), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe.

GenBI Aceh, menerima materi kepemimpinan, di Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Aceh Besar, Sabtu (12/10/2019).

Nantinya, sebagian peserta dari 5 Universitas ini akan mewakili GenBI Provinsi Aceh
untuk mengikuti Leadership Camp Nasional di Bogor.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Zainal Arifin Lubis. Ia mengatakan, Bank Indonesia tidak hanya memberikan beasiswa saja, akan tetapi juga hard skill maupun soft skill, yang diharapkan mampu membentuk generasi Indonesia yang dapat memberikan perubahan.

"Kami tidak hanya memberikan beasiswa, tapi juga kemampuan-kemampuan dasar terhadap mahasiswa, salah satunya seperti kegiatan ini. Harapan kami GenBI dapat menjadi agen atau pelaku yang memiliki kedudukan tinggi dalam bidang ekonomi negara,” katanya, Jum'at (11/10/2019).

GenBI Aceh melakukan outbound di Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Aceh Besar, Minggu (13/10/2019).


Sementara itu, Ketua Umum GenBI Aceh, Syarifuddin mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan selain bertujuan untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, dan memberikan motivasi untuk berwirausaha, para peserta juga diajak untuk mendalami arti bela negara sebagai bentuk kecintaan terhadap NKRI.

"Alhamdulillah telah terlaksana kegiatan Leadership camp GenBI provinsi Aceh tahun 2019  berjalan dengan baik. Kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, dan juga memberikan motivasi bagi para peserta untuk berwirausaha. Selain itu para peserta juga di ajak untuk mendalami arti tentang bela negara sebagai bentuk cinta NKRI," katanya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh petinggi dari 5 Universitas yang terlibat dan juga sejumlah  Inspirator yang memberikan materi. Pemateri ini di antaranya Ir. Jamil Azzaini, MM (CEO Kubik Leadership), dan juga Almer Havis Direktur (PT. Yakin Pasifik Tuna).
[Anita Sari/ Cut Salma H.A]

Sabtu, 05 Oktober 2019

Silaturahmi Jum’at Berkah GenBi Yasinan Bersama Ormawa FISIP




www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh- Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry mengadakan kegiatan Jumat berkah GenBI bersama ormawa  se- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP), Jum'at (4/10/2019).


Mengangkat tema ”Dengan Moment Yasinan Ini Dapat Membangkitkan Semangat Spiritual Mahasiswa dalam Memahami Tridharma Perguruan Tinggi". 

Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa FISIP, GenBI UIN Ar-Raniry dan anggota DPD GenBI Aceh. Sebelum memasuki materi dari tema Jum’at berkah, seluruh peserta melantunkan Yasin bersama.

GenBI foto bersama setelah kegiatan Jum'at berkah, Jum'at (4/10/2019).

Acara tersebut dihadiri oleh pemateri Eka Januar, S. IP., M. Soc., Sc selaku sekretaris Ilmu Politik di FISIP UIN Ar-Raniry yang menerangkan pentingnya spiritual mahasiswa dalam memahami tridharma perguruan tinggi.

Ia mengatakan, kegiatan seperti ini sangat positif dilakukan di kalangan mahasiswa. 

“Kegiatan ini sangat berdampak positif khususnya bagi mahasiswa yang dapat membangkitkan spiritual mahasiswa dalam memahami tridharma perguruan tinggi, memperkuat hubungan antara mahasiswa," katanya. 

Selain itu, Eka mengatakan, dengan adanya kegiatan ini dapat menyeimbangkan mahasiswa dengan kegiatan umum dan juga keagamaan. 

"Dengan yasinan bersama seperti ini diharapkan adanya keseimbangan antara umum dan keagamaan, dan alangkah sebaiknya kegiatan seperti ini terus berlanjut kedepannya," katanya.

Ketua umum GenBI Aceh, Syarifuddin, yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, kegiatan ini sangat baik untuk meningkatkan nilai keislaman. 

“Alhamdulillah kegiatannya sangat luar biasa positif dengan yasinan sehingga kita dapat menumbuhkan nilai-nilai spiritual yang tinggi, sehingga membuat semangat untuk berdedikasi untuk negeri lebih tinggi. Karena kenapa?
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani).

Ketua GenBI Komsat UIN Ar-Raniry, Fazil Rinaldi juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan generasi yang religius.

“Harapan saya dari acara ini agar mampu menumbuhkan generasi khususnya mahasiswa yang religius, penuh spiritual dan megimplementasikan tridarma perguruan tinggi," katanya.[Anita Sari]

Rabu, 25 September 2019

Peduli masyarakat GenBi Aceh bagi masker gratis

Banda Aceh –  Generasi Baru Indonesia (Genbi) Aceh kali ini mengadakan aksi bagi masker gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, divisi Kesma DPD GenBi menjalankan aksi bagi masker gratis di beberapa titik salah satunya AAC Dayan Dawood Unsyiah baik di kalangan mahasiswa maupun pengendara sepeda motor yang lalu lintas di sepanjang Kopelma Darussalam.(24/9)
Kabut asap yang semakin pekat sejak Senin kemarin hingga sore hari ini, membuat masyarakat sulit beraktivitas diluar sehingga komunitas GenBi Aceh menuangkan ide untuk memenuhi kebutuhan  masyarakat  yang beraktifitas memerlukan masker guna untuk mencegah terganggunya pernapasan. 
Ketua Genbi Aceh Syarifuddin mengatakan, Alhamdulillah Telah terlaksana hari ini kegiatan bagi bagi masker dari genbi aceh., Ini memang bukan sebuah kegiatan besar akan tetapi besar harapan kegiatan sederhana ini bisa membrikan manfaat bagi masyarakat.  Minimal masyarakat yang hari ini masih tidak menggunakan masker bisa lebih peduli pada diri nya sendiri dimana selanjutnya selalu menggunakan masker untuk kedepannya, ujarnya
Salah satu mahasiswi fakultas syari’ah dan hukum prodi Hukum Ekonomi Syariah yang turut menerima masker gratis ini mengatakan, adanya pembagian masker ini juga sebagai bentuk pengingat untuk masyarakat.
“pembagian masker kegiatan yg positif, jadi dapat mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesehatan  apalagi kan udara sedang tidak bersahabat krna jerebu terimakasih GenBi. Ujar Zullyana Faricha (Anita Sari)

Jumat, 26 Juli 2019

Genbi Komsat UIN Ar-Raniry Adakan Diskusi Kiat Mempraktikkan Bahasa Inggris



www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh- Generasi Baru Indonesia (Genbi) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, mengadakan diskusi English Club dengan Tema "English is the key of success", di taman Fakultas Dakwah dan Komunikasi kampus tersebut, Jum'at (26/7/2019).

Kegiatan ini mengundang salah satu mahasiswa Arsitektur Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sebagai pemateri yang merupakan warga negara Gambia, Benua Afrika, Alagie Salieu Nankey.

Dalam diskusi ini, ia mengatakan bahwa, Bahasa Inggris adalah salah satu kunci keberhasilan di Era Revolusi Industri 4.0.

"Bahasa Inggris adalah salah satu kunci keberhasilan di Era Revolusi Industri 4.0. Oleh karena itu setiap individu harus memiliki motivasi dan minat yang tinggi dalam mempelajari bahasa Inggris," katanya.

Ia menghimbau bahwa setiap generasi Aceh sudah saatnya mempublikasi segala sesuatu di media menggunakan bahasa Inggris. Karena banyak sekali orang di luar sana yang menanamkan persepsi yang tidak baik, maka tugas generasi mudalah yang harus membumikan potensi generasi Aceh melalui media menggunakan bahasa Inggris agar dunia mengetahui bahwa Generasi Aceh adalah generasi yang hebat dan terus belajar.

Ia juga mengatakan, untuk menumbuhkan minat berbahasa Inggris harus dimulai dengan hobi.

"Misalnya seseorang suka membaca maka mulailah membaca buku bahasa Inggris, orang yang suka menulis, tulislah dalam bahasa Inggris begitu pula dengan yang suka menonton maka tontonlah film yang berbahasa Inggris," ujarnya.

Dalam hal ini, Ketua Divisi Pendidikan Genbi Komisariat UIN Ar-Raniry, Rian Rahmad mengatakan, kegiatan ini diharap menjadi langkah awal dalam mengembangkan potensi bahasa Inggris.

"Dengan adanya kegiatan ini semoga menjadi langkah awal dalam upaya mengembangkan potensi Bahasa Inggris sebagai alat berkomunikasi di Era digitalisasi 4.0. Dan tentunya meningkatkan motivasi mahasiswa dan seluruh masyarakat untuk gemar mempelajari Bahasa Inggris, sehingga nantinya tercipta generasi yang mumpuni dan siap bersaing di era globalisasi," katanya.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh anggota Genbi saja, melainkan juga mahasiswa dari UIN Ar-Raniry dan Unsyiah yang bukan merupakan anggota Genbi.[Cut Salma H.A]

Selasa, 23 Juli 2019

Genbi Komsat UIN Ar-Raniry Gelar Aksi Bersih Mushola


www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh - Generasi Baru Indonesia (Genbi) komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry melakakukan aksi bersih Mushola, di Mushola Lamnyong Rukoh, Banda Aceh, Senin (22/7/2019).

Aksi ini dilakukakan guna menjadikan mushola yang ada di sudut bagian pasar Rukoh bersih dan nyaman ketika dipakai beribadah. Lokasinya yang persis berada di pinggir jalan dan tak jauh dengan tempat pembuangan sampah kerap kali  mengundang bau yang tak sedap.

Untuk itu, melalui divisi lingkungan, Genbi mengerahkan seluruh anggotanya menggelar aksi bersih-bersih di lokasi tersebut. Selain digunakan untuk shalat fardhu berjamaah, mushola ini dipakai juga untuk mengajar ngaji anak-anak sekitar.

Ketua Genbi Komisariat UIN Ar-Raniry, Fazil Rinaldi mengatakan, ketidakpedulian masyarakat akan kebersihan lingkungan walaupun dalam segi kecil sangat berdampak buruk.

"Ketidakpedulian masyarakat kota terhadap lingkungan bisa menjadi ancaman serius bila tidak ditanggulangi. Kami dari Genbi komsat UIN berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mengetuk hati masyarakat untuk terus menjaga kebersihan, terutama di tempat ibadah," katanya.

Masyarakat kota yang cenderung tidak peduli terhadap lingkungan terkadang menjadikan seseuatu yang seharusnya bisa dihindari namun justru berakibat buruk.

Kebersihan lingkungan di tempat beribadah bahkan sudah sejak lama diperintakan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Abu Sa’id berkata, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam bersabda, “Kunci dari shalat adalah bersuci” (H.R. At-Tirmizi: 221).


Menurut Fazil menjadi mahasiswa tidaklah selalu harus berhubungan dengan pendidikan saja. Namun juga meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan.

"Apasih gunanya kuliah kalau kita tidak bisa memanusiakan manusia, mengamalkan tridarma perguruan tinggi. Kita adalah kaum intelektual bukan calon sarjana kertas," ujarnya.

Kegiatan ini tentunya menjadikan pihak Mushola senang bahkan turut serta dalam kegiatan aksi tersebut. Selaku pendamping imam Mushola, Parman Jasnul mengatakan, dirinya sangat mengapresiasikan kegiatan GenBI ini.

"Saya sangat mengucapkan terimakasih banyak. Ke depan mungkin harapannya adalah ada banyak program yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa di Mushola ini. Tidak hanya bersih-bersih, namun juga program lain," katanya.[Cut Salma H.A]

Rabu, 10 Juli 2019

Less Waste Event, Kegiatan Kolaborasi SAHI dan GenBI Aceh untuk Kurangi Limbah Plastik



www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh – Generasi Baru Indonesia (GenBI) Aceh berkolaborasi dengan Sahabat Hijau (SAHI) mengadakan kegiatan “Less Waste Event” mengiringi car free day di depan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Banda Aceh. Minggu (7/7/2019).

Sebanyak sebelas perwakilan GenBI Aceh dan enam anggota SAHI berpartisipasi dalam kegiatan kolaborasi ini, yang kemudian dibagi menjadi tiga tim, yaitu Tim Edukasi, Tim Patroli, dan Tim Penjaga Posko.

Tim Edukasi bertugas memberikan bimbingan dan arahan kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sembari. Tim Patroli bertugas memantau dan menegur masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Selanjutnya, Tim Penjaga Posko bertugas memilah sampah-sampah yang bisa dimanfaatkan untuk daur ulang. Sembari melaksanakan tugas, ketiga tim juga turut mengutip sampah dalam lingkup car free day.

Yusrida Arnita selaku Ketua Lembaga SAHI yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, memotivasi masing-masing tim untuk terus bergerak aktif dan semangat dalam menjaga kelestarian bumi.

“Seperti halnya kertas kresek yang tidak terurai walaupun beratus tahun lamanya, jika bukan dimulai dari kita untuk mengurangi sampah sampah tersebut, siapa lagi? Contoh lain, jika belanja di supermarket, sekecil apapun barang yang kita beli pasti akan ada bungkusan plastiknya. Inilah yang menjadi problem meningkatnya sampah. Alangkah baiknya jika bisa disimpan di ransel, sehingga tidak perlu memakai plastik. Setidaknya sudah berkurang satu sampah, namun apabila belanjaan banyak dan sulit untuk dibawa, sebaiknya siapkan tas kain praktis yang bisa disimpan mudah dengan tujuan untuk mengurangi sampah-sampah yang mencemari bumi,” pungkasnya.

Banyak ilmu yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Selain berefek berkurangnya sampah plastik, juga menghasilkan kenyamanan dari bersihnya lingkungan dari sampah yang menjadi wabah penyakit bagi masyarakat.

Kegiatan usai tepat pukul 11.15 yang diakhiri dengan makan bersama dan sesi foto bersama kedua komunitas. (Anita Sari)

Senin, 01 Juli 2019

GenBI Aceh Gelar Acara Silaturrahmi Pengurus 2019/2020


Banda Aceh - Generasi Baru Indonesia (GENBI) menggelar acara temu ramah dengan tema Bersinegritas Bersama Jiwa Baru dan Semangat Baru Menjadi Energi Untuk Negeri. Minggu, (30/6/19).

Acara ini dilaksanakan di Pantai Lampuuk, Aceh Besar. Guna untuk memperkuat silahturrahmi bagi pengurus Genbi Aceh dengan pengurus baru tahun 2019

Acara ini juga diisi dengan kegiatan positif seperti membersihkan pantai, sharing dan bermain games bersama seperti Ranking 1, tarik tambang dan makan bersama.

Dengan adanya kegiatan aksi temu ramah akan memberikan wawasan terhadap pentingnya menjaga lingkungan, serta akan membentuk rasa kepedulian, acara ini juga dilakukan untuk menjaga ukhuwah terhadap sesama. (Dian Ken)

Sabtu, 18 Agustus 2018

Genbi Aceh Meriahkan HUT RI Bersama Rumah Yatim

Kemarin, 17 Agustus 2018 Indonesia kembali merayakan HUT RI ke-73 tahun. Pada umumnya saat hari kemerdekaan tiba, penyambutan kemerdekaan diawali dengan upacara pagi yang dilakukan oleh seluruh instansi-instansi pemerintah seperti sekolah ataupun kantor dinas. Dan juga selain upacara, penduduk di tanah air juga memeriahkannya dengan berbagai macam perlombaan khas daerah masing-masing. Sebagaimana tradisi yang sudah turun-temurun di masyarkat, perlombaan yang hampir tidak pernah absen seperti perlombaan makan kerupuk, tarik tambang, serta panjat pinang. Hal ini dilakukan agar peringatan HUT RI lebih semarak.
Dalam rangka ini GENBI Aceh bekerja sama dengan Rumah Yatim Aceh yang berada di Geuceu Komplek, Kecamatan Bandar Raya Banda Aceh.
GENBI Aceh serta Rumah Yatim Aceh mengadakan berbagai macam perlombaan yang diikuti oleh 61 peserta dari Rumah Yatim itu. Perlombaan tersebut diantaranya lomba bola sarung, balap karung, lomba makan kerupuk dan juga lomba catur.
Pihak Rumah Yatim Aceh menyambut ramah kedatangan anggota GENBI. Sebelum perlombaan dimulai, pihak Genbi sebagai panitia melakukan briefing sekitar 20 menit. Kemudian dilanjutkan dengan perlombaan dan istirahat untuk melaksanakan shalat jum’ at. Seusai shalat, dilanjutkan dengan makan bersama dengan anak-anak yatim.
Perlombaan masih dilanjutkan hingga selesai, setelah itu pengumuman pemenang dan pembagian hadiah.
Setelah semua perlombaan selesai, ketua Genbi Aceh M. Nahyan Zulfikar SH. Mensosialisasikan tentang Genbi dan memberikan sedikit pengetahuan mengenai Bank Indonesia serta memberi motivasi kepada anak-anak yatim tersebut. Acara ditutup dengan pemberian bingkisan kepada masing-masing anak yatim.
Rangga salah satu peserta lomba mengaku sangat senang bisa ikut memeriahkan HUT RI bersaman kakak dari Genbi “saya senang sekali mengikuti acara ini dan merasa kakak Genbi seperti keluarga” tuturnya.
Ketua Panitia Pelaksana HUT RI, facrul rizal mengatakan, tujuan dilaksanakannya perlombaan  tersebut supaya bisa meningkatkan semangat perayaan HUT RI Ke 73 tahun bersama anak-anak yatim dan bisa meningkatkan nasionalisme generasi muda
“Harapan dari kegiatan tersebut untuk untuk memeriahkan HUT RI  bersama anak yatim, sebagaimana kita ketahui bahwa mereka juga bisa merasakan bahagianya kemerdekaan,  bermain dan ceria bersama serta bisa memupuk jiwa nasionalisme adik-adik di rumah yatim,” ungkapnya.
(Nisak, 18 agustus 2018).

Senin, 30 Juli 2018

GenBI Aceh Lakukan Aksi Bersih Pantai




BANDA ACEH - Komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Aceh melakukan aksi bersih pantai dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Dunia yang jatuh pada tanggal 23 Juli lalu, di Babah Satu, Pantai Lampuuk, Minggu (29/07/2018).

Aksi bersih ini dilakukan dengan mengutip sampah yang ada di sekitaran pantai dan juga dibarengi dengan acara temu ramah antara Pengurus GenBI Aceh Demisioner dengan pengurus baru GenBI Aceh, serta penerima beasiswa tahun 2018

Ketua GenBI Aceh M. Nahyan Zulfikar, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberi edukasi dan efek positif kepada masyarakat dan lingkungan sekitar. 

"Tujuan utama pada acara kita ini silaturrahmi, tetapi dibarengi dengan aksi bersih-bersih. Ini lebih penting karena selain memberi efek positif juga memberi edukasi kepada masyarakat secara langsung maupun melalui media," ujar Nahyan.

Selain itu, Nahyan juga meyampaikan kepengurusan yang baru ini jangan hanya berada di zona nyaman saja tapi harus kompak.

"Lebih gesit dan aktif dalam memberikan energi untuk negeri," harapnya.

Sementara itu, Sunarso selaku Kepala Tim Pengembangan Ekonomi Bank Indonesia KPW Provinsi Aceh mengapresiasi kegiatan ini karena telah memberi manfaat positif bagi masyarakat sekitar.

"Kegiatan ini sudah sejalan dengan misi saya. Adik-adik GenBI tidak hanya berbaur dengan Bank Indonesia saja tapi juga dengan masyarakat sekitar," kata Sunarso.

"Kedepannya GenBI Aceh agar lebih banyak lagi melakukan kegiatan yang memberi manfaat positif bagi masyarakat," sarannya.[*]

Berita ini sudah terbit di Lintas Aceh
http://www.lintasatjeh.com/2018/07/genbi-aceh-lakukan-aksi-bersih-pantai.html?m=1

Sabtu, 28 Juli 2018

GenBI Aceh Adakan Acara Temu Ramah dan Aksi Bersih Pantai



Assalamualaikum Semua Sobat GenBI 

Insya Allah GenBI Aceh akan melaksanakan kegiatan Temu Ramah & Aksi Bersih Pantai Lho

Mau tau maksud dan tujuannya kegiatan ini. Pada esensialnya temu ramah di peruntukan untuk pengurus genbi Aceh, alumni genbi dan pengurus komisariat agar menjalin keakraban kembali diantara sesamanya.

Sedangkan aksi peduli pantai merupakan kepedulian kita untuk menjaga pantai disekitar kita agar tetap bersih dan terbebas dari sampah serta mendukung Visi Indonesia Bebas Sampah Tahun 2020.

Oleh karena itu tema kegiatan kita pada kali ini "Merajut Kebersamaan Dalam Satu Aksi Sinergi Membersihkan Pantai".

Kegiatan Insya Allah dilaksanakan pada : 
Hari/tgl : Minggu, 29 Juli 2018
Tempat : Pantai Lampuuk.
Acara : Aksi Bersih Pantai, Games, Diskusi dan Makan" ayam bakar

Kuy, kepoin terus ig dan fb-nya GenBI Aceh untuk info selanjutnya .

#genbiAceh 
#genbiuinar
#genbiunsyiah
#EnergiUntukNegeri

Jumat, 20 Januari 2017

GenBI Aceh Peduli Korban Kebakaran Bakongan Aceh Selatan

Aceh Selatan-,Generasi Baru Indonesia Provinsi Aceh (GenBI-Aceh) kembali lagi melakukan aksi pedulinya terhadap  korban bencana kebakaran  yang melanda  Desa Pasie, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan. Jum’at (20/01/2017)
 Dalam hal ini GenBI-Aceh yang merupaka komunitas mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia melakukan aksi kemanusiaan dengan turun langsung ke tempat kejadian serta membawa bantuan berupa donasi untuk sedikit meringankan beban korban bencana yang melanda desa bakongan tersebut.
Dari berita yang diperoleh, peristiwa kebakaran terjadi di bakongan yang penyebab kejadiannya masih dalam penyidikan polisi ini membakar perumahan serta harta benda warga sebanyak 29 rumah dengan taksiran kerugian mencapai milyaran rupiah. Dalam peristiwa ini sebanyak 140 jiwa harus kehilangan tempat tinggal sehingga untuk sementara masyarakat harus mengungsi ke tempat saudaranya.
Dengan derita yang dialami warga yang tertimpa bencana kebakaran ini maka selaku kumunitas yang peduli terhadap kemanusiaan GenBI aceh terpanggil untuk melakukan aksi peduli dan kemanusiaan.
 Teuku Nori Nanda selaku ketua umum GenBI Aceh mengatakan, “sebagai komunitas yang terdiri dari generasi muda memiliki peran dan  kewajiban untuk sigap dalam menghadapi permasalahan yang terjadi di masyarakat, untuk itu kami menyalurkan sedikit bantuan berupa donasi sebagai rasa kepedulian kami terhadap mereka. Bantuan yang kami berikan terhadap korban bencana kebakaran tidak begitu besar namun yang kami harapkan disini dengan bantuan ini sedikit dapat meringankan beban yang di alami korban bencana tersebut”.

Nanda melanjutkan “dengan kegiatan ini kami harapkan GenBI dapat terus bisa memberikan sesuatu yang bermamfaat bagi masyarakat disamping dapat menumbuhkan nilai kepedulian terhadap anggota GenBI-Aceh  itu sendiri”.
 Peristiwa  yang membumi hanguskan harta benda serta tempat tinggal masyarakat desa bakongan ini dianggap menjadi salahsatu kewajiban bagi komunitas GenBI-Aceh untuk melakukan aksi kepeduliannya. GenBI selaku sebuah komunitas memiliki peran untuk menjawab hal dan peristiwa yang terjadi di masyarakat. Selaku koordinator aksi dan ketua umum GenBI-Aceh Nanda menyebutkan “keberangkatan menuju lokasi akan dilaksanakan selama dua hari, yakni hari jum’at- sabtu 20-21 januari 2016 dengan tujuan Desa Pasie, Kecamatan Bakongan, Kabupaten Aceh Selatan” ujar nya.  (Mulyadi Gunawan)

Sabtu, 03 Desember 2016

BI Gandeng FEBI UIN Ar Raniry dan CENTRIEFPP Gelar Seminar Sosialisasi Buku ”Perjalanan Perbankan Syariah di Indonesia”

Banda Aceh – Bank Indonesia (BI) menggandeng Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry dan Lembaga CENTRIEFPP (Centre for Trainig & Research in Islamic Economics, Finance & Public Policy)menyelenggarakan Seminar Sosialisasi Buku ”Perjalanan Perbankan Syariah di Indonesia” di Auditorium Prof. Ali Hasymi Kopelma Darussalam, Kamis, 1 Desember 2016.
Kegiatan ini langsung dihadiri oleh Direktur Departemen Riset Kebanksentralan BI Pusat, Andang Setyobudi bersama tim penulis buku, Wakil Rektor II UIN Ar Raniry, Dekan FEBI, dan undangan dari perwkilan Pemerintah Aceh dan Kota Banda Aceh.
Acara berjalan sangat sukses yang ikuti dengan antusia oleh 600an orang peserta sampai dengan selesai diskusi bedah buku “Perjalan Perbankan Syariah di Indonesia” yang terdiri dari perwakilan mahasiswa dan  dosen, para pimpinan Bank-bank Syariah se Banda Aceh.
Dekan FEBI UIN Ar Raniry, Prof. Dr. Nazaruddin A Wahid, MA., menggambarkan tentang awal perkembangan perbankan syariah di Indonesia yang seakan menjadi tamu di negara yang mayoritas penduduknya Islam, namun setelah melewati usia tiga dasawarsa  mengalami perkembangan yang menggembirakan, khususnya di Aceh yang ditandai dengan konversi Bank Aceh Konvensional menjadi Bank Aceh Syariah.
Lebih lanjut menurutnya, perlu adanya inovasi produk perbankan syariah agar dapat memikat nasabah karena cikal bakal produknya bersumber dari akad muamalah yang banyak jenisnya, tapi masih minim yang diadobsi ke dalam perbankan syariah masih sangat sedikit sehingga bisa mengalami titik jenuh atau tidak menarik lagi bagi nasabah.
“Celah lain perkembangan produk perbankan adalah dengan melihat seluruh segmen kebutuhan masyarakat seperti pada sektor pertanian hingga perdagangan internasional yang dapat diakomodir oleh akad-akad tersebut” ungkap Guru Besar Ekonomi islam tersebut.
Sementara itu, Andang Setyobudi, Direktur Departemen Riset Kebanksentralan (BI) juga sependapat bahwa lembaga keuangan atau perbankan syaraiah di Indonesia memiliki prospek semakin baik di masa yang akan datang.
“Jika mampu mengoptimalkan peluang, merespon kebijakan dengan tepat, serta mengatasi sejumlah tantangan, maka perbankan syariah diyakini mampu berkiprah lebih optimal terutama dalam menggerakkan perekonomian bangsa” ungkap Andang Setyobudi, saat membuka acara diskusi publik tersebut

Deputi Gubernur BI Resmikan Pojok Baca di Dua Kampus

LHOKSEUMAWE - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Erwin Rijanto meresm-ikan pojok baca di kampus Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Malikussaleh dan Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL), Kamis (6/10). BI juga menyumbang ratusan judul buku tentang bank, motivasi, dan lainnya kepada dua kampus tersebut untuk ditempatkan di pojok baca.
Setelah penandatanganan perjanjian, dilanjutkan serah terima pojok baca tersebut dari Kepala Perwakilan BI Lhokseumawe, Yufrizal, kepada Ketua STAIN Malikussaleh, Dr Hafifuddin, dan Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe, Ir Nahar. Sebelumnya, Erwin Rijanto menyampaikan kuliah umum di STAIN Malikussaleh.
Materi yang disampaikan antara lain tentang wacana perubahan tujuan BI. Yaitu mencapai dan memeliharan stabilnya nilai rupiah, dan mendorong terpeliharanya sistem keuangan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. “Stabilnya nilai rupiah terhadap barang dan jasa diukur dengan atau tercermin dari perkembangan laju inflasi,” katanya.
Sementara Ketua STAIN Malikussaleh dalam sambutannya berterima kasih dan berharap kerja sama dengan BI terus berlanjut. Sebab kerja sama tersebut akan sangat membantu STAIN Malikussaleh untuk meningkatkan kualitas lulusan dalam memenuhi SDM di Lhokseumawe.(jaf)

Bank Aceh Gelar Seminar Nasional Perbankan Syariah



BANDA ACEH – Bank Aceh bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Asbanda dan Pemerintah Aceh menggelar Seminar Nasional Perbankan Syariah di Hall Aceh 3 Hotel Hermes Pallace Lampineung, Banda Aceh. Senin, 7 Desember 2015.
Seminar yang berlangsung dua hari dari 7-8 Desember ini turut dihadiri oleh gubernur Aceh, Zaini Abdullah selaku pembuka seminar nantinya. Juga dihadiri oleh Ulama, Bupati, Walikota, Rektor Unsyiah, Rektor UIN Ar-raniry, dan berbagai elemen yang mendukung ekonomi syariah di seluruh Indonesia.
Busra Abdullah selaku Direktur Utama Bank Aceh mengatakan, ada dua agenda dalam kegiatan ini yaitu pertama agenda seminar dengan tema meningkatkan peran Bank Syariah dalam pembangunan ekonomi daerah. Semoga seminar ini menjadi momentum untuk mensosialisasikan tentang perbankan ke masyarakat luas.
Sementara agenda kedua yaitu rapat koordinasi (Rakor) Transformasi Bank Pembangunan Daerah Seluruh Indonesia (BPDSI) khusus workstream syariah yang akan di ikuti oleh 15 unit pusat syariah seluruh bank di Indonesia.
REPORTER: MAKSALMINA

Sabtu, 05 Desember 2015

Leadership Camp GenBI 2015, Pentingnya Karakter dan Integritas bagi Calon Pemimpin


“GenBI, Sahabat BI.. GenBI, Energi untuk Negeri!!”, teriakan dari ratusan perwakilan mahasiswa penerima beasiswa BI spontan membahana diiringi pelepasan lampion dan kembang api yang menjadi penanda ditutupnya rangkaian acara Leadership Camp Generasi Baru Indonesia (GenBI) 2015 pada tanggal 15-16 Juni 2015.

Kampus IPC Corporate University di Gadog - Ciawi menjadi saksi para muda-mudi dari berbagai daerah di seluruh Indonesia berbaur di dalam satu kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Ketika keberagaman diwujudkan dalam kebersamaan, maka terjadilah semangat kebersatuan. Begitu kira-kira gambaran kecil dari kegiatan Leadership Camp 2015 tersebut.

Acara perdana bagi para mahasiswa penerima beasiswa Bank Indonesia diawali dengan arahan dan diskusi interaktif dari Gubernur Bank Indonesia (GBI), Agus D.W. Martowardojo. Dalam paparannya, Agus Martowardojo menginspirasi prinsip dan karakter kepemimpinan laksana kakak kepada adik-adiknya. Semangat yang terpancar dari orang nomor 1 di Bank Indonesia sekaligus pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan dan CEO Bank Mandiri tersebut tak pelak menular kepada seluruh mahasiswa. Hal itu terlihat dari antusiasme ratusan mahasiswa untuk mendapatkan kesempatan bertanya dan berinteraksi langsung dengannya.

Kepada 385 orang mahasiswa dari 77 perguruan tinggi di Nusantara itu, Agus Martowardojo menekankan pentingnya “karakter” bila ingin menjadi seorang pemimpin besar. “Orang yang punya kekuasaan, akan ditakuti. Tapi orang yang punya karakter akan dipercaya. Modal utama untuk sukses dan menjadi pemimpin adalah dipercaya. Sedangkan modal untuk dipercaya adalah integrity atau kejujuran. Maka, mulai sekarang mari kita ciptakan dan kembangkan karakter agar dapat dipercaya,” ungkap Agus.

Selain mendapat banyak insight positif dan inspiratif dari Gubernur BI, peserta Leadership Camp GenBI 2015 juga berkesempatan berdiskusi interaktif dengan narasumber penting lainnya, seperti Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Taufik Kurniawan, Walikota Bogor Bima Arya, Mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Musliar Kasim, Founder YCAB Foundation Veronica Colondam dan Rektor Universitas Paramadina Firmanzah.

Meski di hari pertama Leadership Camp itu terisi penuh dengan acara diskusi, namun para mahasiswa GenBI tetap terlihat sangat antusias hingga sesi akhir acara di malam hari. Di sesi terakhir rangkaian acara hari pertama, GenBI diberikan kesempatan untuk berinteraksi khusus dengan Walikota Bogor, Bima Arya.

Menginjak hari kedua, acara dilanjutkan dengan kegiatan experiential learning di Taman Budaya Sentul. Pada kesempatan ini, para mahasiswa dibimbing oleh para pemandu expert dari Taman Budaya Sentul. Kegiatan didisain secara fun sekaligus untuk mengeksplorasi unsur-unsur kepemimpinan dan teamwork. Tampak para mahasiswa sangat menikmati permainan demi permainan yang dipandu.

Semarak acara semakin meresap di hati para mahasiswa, saat mereka berkesempatan mendengarkan kuliah motivasi yang dibawakan oleh motivator muda berbakat Poppy Amalya. Sang motivator berhasil membawa suasana hati para mahasiswa terenyuh, bahkan hingga pecah tangisan mereka.

Sebagai acara pamungkas Leadership Camp, Kepala Divisi Pemberdayaan Komunitas Bank Indonesia Iwan Setiawan memberikan sambutan penutupan acara serta masukan-masukan kepada para mahasiswa. “Leadership Camp ini memberikan basic knowledge dan insight tentang kepemimpinan sekaligus meningkatkan engagement teman-teman GenBI dengan BI. Leadership Camp ini adalah bagian yang terintegrasi dari Leadership Development Program” ungkap Iwan Setiawan. Iwan menyampaikan bahwa pelatihan-pelatihan dalam bentuk lain akan terus diberikan kepada GenBI untuk mendukung skill-nya sebagai leader. “Mimpi kami adalah ingin menjadikan GenBI sebagai frontliner bagi BI, agent of change di masyarakat, dan future leader yang berkarakter bagi Indonesia. Dimanapun dan kapanpun, GenBI tetaplah sahabat BI. Untuk itu mari terus bersatu dan berjuang untuk maju!”, pungkasnya.

Usai sambutan Iwan Setiawan, acara dilanjutkan dengan persembahan hiburan khas tradisional nusantara yang disuguhkan para mahasiswa GenBI, dari Aceh sampai Papua. Kemeriahan acara pun disempurnakan dengan pelepasan lampion di pelataran halaman parkir kampus IPC. Sebanyak 18 lampion bersamaan dengan puluhan kembang api dilepaskan secara serentak menghiasi langit malam Ciawi yang cerah.