Postingan

Menampilkan postingan dengan label Bank Indonesia

BI sosialisasikan QRIS Sebagai Teknologi Transaksi Terbaru di Aceh

Gambar
Banda Aceh – Untuk memperkenalkan implementasi penggunan Quick Response Code Indonesia Standart (QRIS) sebagai salah satu metode transaksi terbaru Bank Indonesia (BI) mengadakan Edukasi QRIS Nasional yang mengusung Tema "Jak Tapake QRIS" Geulanggang mahasiswa Unsyiah, Sabtu (14/03/2020). Sosialisasi ini dihadiri oleh seluruh jajaran forkompimda  serta perwakilan Generasi Baru Indonesia (GenBi) Aceh sebagai Agam dan Inong QRIS. Kepala Bank Indonesia Aceh Zainal Arifin Lubis, dalam sambutannya mengatakan BI terus berupaya untuk terus beralih untuk menurunkan kondusis uang yang begitu besar dan mendorong penguatan Usaha Kerja Menengah (UKM). Untuk itu QRIS juga dirancang sebagai antisipasi penyebaran virus Corona melalui uang kertas yang digunakan sebagai transaksi tunai oleh masyrakat. “Kita berharap melalui QRIS ini masyarkat Aceh dapat terbebas dari virus corona, QRIS dibuat untuk mengupayakan agar masyrakat UKM dan pedagang kecil lainnya agar tetap maju

Sebanyak 250 Mahasiswa Prestasi Ikuti Leadership Camp II

Gambar
www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh - Sebanyak 250 mahasiswa prestasi penerima beasiswa Bank Indonesia, Generasi Baru Indonesia (GenBI) mengikuti Leadership Camp II di Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Aceh Besar. Selain beasiswa, Bank Indonesia juga memberikan hard dan soft skill terhadap mahasiswa-mahasiswa berprestasi. Salah satunya dengan kegiatan tersebut. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan GenBI Aceh, yang dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 11-13 Oktober 2019. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari 5 Universitas Aceh, di antaranya yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Universitas Teuku Umar (UTU), Universitas Malikussaleh (Unimal), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe. GenBI Aceh, menerima materi kepemimpinan, di Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Aceh Besar, Sabtu (12/10/2019). Nantinya, sebagian peserta dari 5 Universitas ini akan mewakili GenBI Provinsi Aceh untuk m

Industri Halal Menjadi Tolak Ukur Perkembangan Umat

Gambar
www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh -Dalam Talk Show dengan tema Strategi pengembangan usaha dan industri halal,  Kepala Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM), drh. H. Fakhrurrazi, MP mengatakan, sebagai seorang muslim kita harus menjadi seseorang yang benar-benar menerapkan ilmu syariah. "Himbauan kepada umat muslim, maka harus  berakhlak, beriman, berilmu dan beramal, serta makan makanan yang halal, dalam keseharian juga melakukan pertakaran tanpa ada yang dikurangi," katanya, Minggu (21/7/2019). Dalam materinya ia juga menyampaikan, bahwa menggunakan ataupun mengkonsumsi produk halal menjadi ibadah yang wajib bagi umat Islam. "Mengkonsumsi makanan yang halal akan mempengaruhi akhlak dan adab dalam kehidupan. Karena akhlak dan adab adalah yang paling utama," ujarnya. Selain itu, pentingnya mengkonsumsi makanan yang halal akan sangat mempengaruhi perkembangan anak agar menjadi anak yang shaleh dan shalehah.

Bank Indonesia Ajak Masyarakat Menyamakan Persepsi Praktik Keuangan Syariah

Gambar
www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh – Bank Indonesia mengajak untuk menyamakan persepsi teori dan praktik dalam keuangan syariah yang dituangkan dalam diskusi seminar Festival Ekonomi Syariah Aceh 2019, di Gedung Taman Budaya Aceh, Minggu (21/7/2019). Hal ini disebabkan oleh banyaknya perbedaan persepsi masyarakat tentang haram halalnya persoalan keuangan. Penulis Buku dan CEO Amana Sharia Consulting, Ahmad Ifham Sholihin mengatakan, persepsi seseorang dapat diubah dengan mengubah persepsi diri sendiri terlebih dahulu. "Mengubah persepsi orang harus dengan cara mengubah persepsi diri sendiri, dan memberi contoh," katanya. Saat ini banyak kalangan masyarakat yang menjustifikasi suatu paham tanpa pengetahuan yang luas. Melebelkan riba terhadap suatu transaksi yang sebenarnya halal. "Ada dosa yang lebih besar, lebih parah dari pada menjadi pelaku pesta riba, yakni menuduh riba pada transaksi yang sebenarnya halal," kata Ifham. Melakukan peralihan terhadap

Mengangkat Industri Kreatif dan Pariwisata Halal Aceh dalam Ekonomi Islam

Gambar
www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh – Talkshow "Potensi Industri Kreatif dan Pariwisata Halal Aceh " menjadi salah satu rangkaian acara yang ikut memeriahkan Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Aceh 2019 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh di Taman Budaya Aceh, Banda Aceh, Sabtu (20/7/2019). Talkshow ini mengundang narasumber yang sangat berkompeten, yaitu Daudy Sukma, S.E. (CEO Minyeuk Pret), Dr. Muhammad Yasir Yusuf, M.A., (Tokoh Ekonomi Syariah  Sumatra), dan Ir. R. Wisnu Rahtomo, M.M. (Anggota Tim Percepatan Pengembangan Sertifikasi Halal Kementerian Pariwisata), serta didampingi oleh Yarmen Dinamika sebagai moderator. Acara yang berlangsung  mulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri lebih dari 300 peserta  dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, guru, lembaga keuangan, dan instansi lainnya. Menurut seluruh narasumber, Aceh merupakan daerah yang sangat cocok untuk diterapkan sistem pariwisata halal, karena Aceh memiliki

Bank Indonesia Gelar Seminar Pemberdayaan Ekonomi Islam

Gambar
www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh- Bank Indonesia menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah yang dibuka dengan Seminar bertajuk "Model Pembelajaran Usaha Syariah Berbasis Masjid dan pesantren" di Gedung Taman Budaya, Banda Aceh, Sabtu (20/7/2019). Sepuluh menit sebelum acara, ruangan sudah terisi oleh mahasiswa dan siswa serta staf Bank yang ada di Aceh. Seminar ini dipandu oleh moderator yaitu Dr. Hafas Furqani dengan pemateri utama Dr. Irfan Syauqi Beik dari BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional ) , dalam diskusi seminar ia memaparkan beberapa pemberdayaan yang dilakukan oleh Basnaz seperti lembaga pemberdayaan ekonomi mustahik (LPEM) yang di dalamnya terdapat program mustahik pengusaha, program lumbung pangan, dan mendirikan Zmart. Kemudian lembaga zakat community development (ZCD) di sini mereka membuat desa ekowisata kopi, pemberdayaan nelayan, budidaya kerang darah. Lembaga pemberdayaan peternak mustahik (LPPM) terdapat program balai ternak. Dan ya

Rupiah Simbol Kedaulatan Bangsa

Gambar
Sabtu, 19 Agustus 2017 11:31 Oleh Teuku Munandar Setiap orang dilarang menolak untuk menerima Rupiah yang penyerahannya dimaksudkan sebagai pembayaran atau untuk menyelesaikan kewajiban yang harus dipenuhi dengan Rupiah dan/atau untuk transaksi keuangan lainnya di wilayah NKRI, kecuali karena terdapat keraguan atas keaslian Rupiah. Bagi yang melanggar Pasal 23 tersebut dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 200 juta. (Pasal 23 dan 33 ayat (2) UU No.7 Tahun 2011 tentang Mata Uang). BERDASARKAN ketentuan dalam UU Mata Uang tersebut, maka tidak ada alasan bagi masyarakat Indonesia yang melakukan transaksi di NKRI untuk menolak penggunaan uang Rupiah dalam pecahan berapa pun, baik uang kertas maupun logam, sepanjang uang Rupiah tersebut masih dinyatakan berlaku oleh Bank Indonesia (BI) dan tidak diragukan keasliannya. Sesuai dengan UU Mata Uang, terdapat 6 tahapan pengelolaan Rupiah, yaitu perencanaan, pencetakan, peng

Siapa yang Mendesain Uang Rupiah Baru?

Gambar
GenBI Aceh | Jakarta- Presiden RI Joko Widodo bersama dengan Bank Indonesia telah meluncurkan uang rupiah baru emisi 2016 yang memiliki desain dan gambar pahlawan baru. ‎Sampai saat ini Bank Indonesia terus melakukan sosialisasi dan penukaran uang baru tersebut di seluruh wikayah Indonesia. Banyak yang menilai rupiah emisi 2016 mirip dengan beberapa mata uang negara lain, mulai dari Yuan hingga Euro. Lalu, sebenarnya siapa yang mendesian rupiah emisi 2016 ini? Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara menjelaskan‎ semua hal yang berkaitan dengan mata uang, mulai dari desain hingga peredaran, diatur dalam Undang-Undang (UU) mata uang. "Secara khusus, pada pasal 10 UU Mata Uang diatur bahwa ciri, desain dan kriteria bahan baku ditetapkan oleh BI," kata Tirta saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin (26/12/2016). Meski Bank Indonesia memiliki hak itu, namun dalam praktiknya untuk mendesain uang rupiah, BI juga meminta masuka

BI Minta Setop Isu Miring Soal Rupiah Baru

Gambar
GenBI Aceh| Bengkulu- Bank Indonesia (BI) meminta kepada pihak yang selama ini masih saja menghembuskan isu miring tentang uang rupiah baru di dunia maya khususnya media sosial untuk menghentikan aksinya. Kepala Kantor Perwakilan BI Bengkulu Endang Kurnia Saputra menilai, jika isu miring tersebut terus berlangsung akan berdampak kepada perekonomian Indonesia secara luas."Ini sudah bertubi tubi menyerang kami, tolong hentikan," ujar dia di Bengkulu, seperti dikutip Minggu (1/1/2017). Pihaknya mencatat ada lima isu yang dihembuskan pihak tak bertanggung jawab. Pertama terkait gambar yang diduga mirip palu arit. Perihal ini dipastikan memastikan gambar tersebut sangat tidak mirip dengan lambang salah satu partai terlarang. Sebab desain gambar saling isi atau rectoverso itu merupakan salah satu pengaman yang dirancang untuk menghindari pemalsuan. Kedua terkait isu bahwa uang rupiah dicetak PT Pura Barutama bukan di Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) s

Ini Debuti Gubernur Bank Indonesia Yang Baru

Gambar
GenBI Aceh| JAKARTA, - Mahkamah Agung (MA) resmi melantik Sugeng dan Rosmaya Hadi sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Baca juga ( MA Lantik Dua Deputi Baru Bank Indonesia ) Pelantikan dilakukan oleh Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali di Jakarta, Jumat (6/1/2017). Sugeng dan Rosmaya Hadi dilantik sebagai Deputi Gubernur BI berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2016 tanggal 29 Desember 2016. Masa jabatan ini berlaku selama 5 (lima) tahun. Pengambilan sumpah jabatan dilakukan sekira pukul 15.00. Acara tersebut dihadiri oleh Dewan Gubernur BI, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Fauzi Ichsan, dan jajarannya. Selain itu, pelantikan tersebut juga dihadiri oleh beberapa pimpinan perbankan nasional. Dengan demikian, susunan Dewan Gubernur Bank Indonesia menjadi sebagai berikut: Gubernur BI : Agus D.W. Martowardojo Deputi Gubernur Senior : Mirza

MA Lantik Dua Deputi Baru Bank Indonesia

Gambar
GenBI Aceh | JAKARTA - Dua orang Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) secara resmi telah digantikan. Pelantikan kedua deputi gubernur baru ini dilakukan oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia M Hatta Ali. Berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 145/P Tahun 2016 tertanggal 29 Desember 2016, memutuskan untuk memberhentikan secara hormat Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas dan Deputi Gubernur Bank Indonesia Hendar yang telah habis masa jabatannya.  Selanjutnya, dalam Kepres tersebut juga diputuskan untuk mengangkat dua orang deputi baru sebagai pengganti, yakni Sugeng dan Rosmaya Hadi. Masa jabatan ini berlaku selama lima tahun. Gubernur BI Agus DW Martowardojo menjelaskan, BI sebagai bank sentral RI memiliki tiga fungsi utama, yaitu moneter, makro prudential, sistem pembayaran dan peredaran uang. "Pak Sugeng akan membidangi sistem pembayaran dan peredaran uang. Sedangkan Bu Rosmaya Hadi akan memegang pengawasan kantor-kantor BI di seluruh wilayah Indon