Senin, 02 Desember 2019

GenBI Unaya Sosialisasi Lingkungan Bersih


www.genbiaceh.or.id | Aceh Besar - Generasi Baru Indonesia (GenBI) Aceh Komisariat Universitas Abulyatama (Unaya) mengadakan kegiatan aksi bersih-bersih di Desa Rabeu, Aceh Besar, Minggu (1/12/2019).

Mengusung tema "Generasi Tanpa Sampah", diadakan bertujuan agar kedepannya dapat menciptakan suasana kampung yang bersih dan bebas dari sampah.

GenBI Unaya berbaur bersama warga Desa Rabeu, Minggu (1/12/2019).

Ketua panitia, Nazir mengatakan, tujuan diadakannya kegiatan bersih-bersih ini adalah untuk memberikan kesan dan contoh kepada setiap orang bahwa menjaga kebersihan itu penting.

“Kami ingin mengedukasi dan mensosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan,” katanya.

Kegiatan ini turut diapresiasi oleh masyarakat Desa Rabeu.

Keuchik Desa Rabeu, Fajri Wahed mengatakan, kegiatan ini sangat bagus, dan diharapkan dapat menjadi kegiatan yang continue untuk menjaga lingkungan bersih.

“Kegiatan yang bagus ni, sering-sering aja diadakan. Soalnya masih banyak penduduk yang enggan peduli tentang kebersihan. Maka dari pada itu, kesadaran itu sangat penting," katanya.

Kegiatan aksi bersih merupakan salah satu program kerja dari divisi lingkungan.[Desrika]

Minggu, 01 Desember 2019

GenBI UTU Gelar Seminar Kesehatan dan Donor Darah Massal


www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh- Komunitas Penerima Beasiswa Bank Indonesia, Generasi Baru Indonesia (GenBI) Aceh komisariat Universitas Teuku Umar (UTU) menyelenggarakan Seminar Kesehatan dan Aksi Donor Darah Massal, di Aula Utama Kampus setempat, Sabtu (30/11/2019).

Mengusung tema "Mengenal Sejak Dini dan Mencegah Penyakit Berbasis Lingkungan untuk Menciptakan Lingkungan Masyarakat Yang Sehat di Era Modern", kegiatan ini bertujuan agar dapat mensosialisasikan  baik secara langsung maupun mengunakan media sosial pentingnya mencegah penyakit dan menjaga lingkungan sejak dini di Era Modern.

Kegiatan ini turut dihadiri dua orang narasumber yaitu Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat, Azwar, SKM MPH dan Petugas Dinas Kesehatan Aceh Barat Aziz Bustari, S.Kep.NERS, MPH.


Narasumber memaparkan materi di Aula Utama UTU, Sabtu (30/11/2019).

Ketua panitia, Riza Ratna Sari mengatakan,  kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa dan masyarakat untuk hidup sehat dan menjaga kesehatan lingkungan serta mengenali penyakit yang timbul akibat lingkungan tidak bersih.

"Kesehatan merupakan modal utama bagi kita untuk melakukan aktivitas sehari-hari terutama pada saat di luar ruangan, dengan kegiatan ini semoga ilmu yang kita dapatkan mampu kita salurkan kepada masyarakat bahwa penting sekali menjaga lingkungan agar tidak menimbulkan penyakit yang dapat menghalagi aktivitas kita sehari-hari," katanya.

Azwar dalam pemaparannya mengatakan, salah satu penyebab penyakit lingkungan adalah karena lingkungan tidak kita kelola dengan baik.

Selain Azwar, Aziz Bustari juga turut mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan yang diadakan oleh komunitas GenBI  sangat berdampak positif pasalnya di era serba digital saat ini orang-orang bermalas-malasan serta seakan tidak peduli dengan kesehatan lingkungan.

Peserta Seminar Kesehatan dan Donor Massal GenBI UTU, Sabtu (30/11/2019).

Ketua GenBI Komisariat UTU Rahmat Dilta Harahap mengatakan, kegiatan seminar kesehatan ini merupakan salah satu langkah GenBI Komisariat UTU untuk mengkampanyekan agar menjaga lingkungan dan mencegah penyakit berbasis lingkungan sejak dini di era modern sehingga masyarakat terus membiasakan diri untuk berprilaku hidup bersih dan sehat.

"Melalui Kegiatan ini kita berharap nantinya perserta seminar dapat mengenali penyakit berbasis lingkungan yang timbul di masyarakat serta faktor-faktor yang merusak lingkungan. Kegiatan ini juga memberikan informasi bahwa GenBI hadir untuk mencegah dan selalu memperhatikan segala bentuk kerusakan lingkungan agar dapat diperbaiki guna keberlangsungan kehidupan di muka Bumi," katanya.[Syamsul, Rifky, Zulfahmi, Uci]

GenBI Aceh Peringati Maulid Nabi di Panti Asuhan


www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh-
Komunitas penerima beasiswa Bank Indonesia, Generasi Baru Indonesia (GenBI) Aceh memperingati Maulid Nabi Muhammad Shalallahu Alaihi Wassalam di Panti Asuhan Nirmala, Lampineung, Banda Aceh, Minggu (1/12/2019).

Mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam Menuju Generasi Cerdas Berlandas Spiritual". Kegiatan ini dibuat sebagai bentuk meningkatkan rasa kepedulian dan saling berbagi terhadap sesama.

Anak-anak Panti Asuhan Nirmala bermain game ranking 1 yang dibuat oleh GenBI Aceh, Minggu (1/12/2019). 

Selain itu, Ketua panitia Zharfa Aninditya mengatakan, kegiatan ini turut serta membantu membangkitkan semangat generasi-genarasi muda yang akan melanjutkan estafet perjuangan negeri untuk meneladani akhlak Rasulullah.

 “Tujuan GenBI Aceh mengadakan acara ini adalah untuk menjadi alarm pengingat bagi generasi muda yang akan melanjutkan estafet perjuangan negeri untuk meneladani akhlak Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam dalam kehidupan sehari-hari," katanya.

Tak hanya itu, menurut Zharfa, menjadi generasi cerdas tanpa menghilangkan nilai spiritual sangat penting.

"Menjadi cerdas tanpa melupakan nilai spiritual adalah point peringatan maulid ini," ujarnya.

Foto bersama anak-anak Panti Asuhan Nirmala dengan GenBI Aceh, Minggu (1/12/2019).

Kegiatan ini turut diisi dengan berbagai kegiatan dan juga tausyiah singkat oleh Ustadz Fadhli Alfasy.

Menurut Ustadz Fadhli, Moment Maulid menjadi moment untuk menambah wawasan agar dapat menunjukkan kecintaan terhadap Rasulullah.

“Memperbanyak bacaan shalawat dan mengikuti teladan Rasulullah SAW adalah bukti kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW," katanya.[Suci Mafthul Feni]

Senin, 14 Oktober 2019

Sebanyak 250 Mahasiswa Prestasi Ikuti Leadership Camp II



www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh - Sebanyak 250 mahasiswa prestasi penerima beasiswa Bank Indonesia, Generasi Baru Indonesia (GenBI) mengikuti Leadership Camp II di Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Aceh Besar.

Selain beasiswa, Bank Indonesia juga memberikan hard dan soft skill terhadap mahasiswa-mahasiswa berprestasi. Salah satunya dengan kegiatan tersebut.

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan GenBI Aceh, yang dilaksanakan selama 3 hari sejak tanggal 11-13 Oktober 2019.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dari 5 Universitas Aceh, di antaranya yaitu Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah), Universitas Teuku Umar (UTU), Universitas Malikussaleh (Unimal), Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Lhokseumawe.

GenBI Aceh, menerima materi kepemimpinan, di Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Aceh Besar, Sabtu (12/10/2019).

Nantinya, sebagian peserta dari 5 Universitas ini akan mewakili GenBI Provinsi Aceh
untuk mengikuti Leadership Camp Nasional di Bogor.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, Zainal Arifin Lubis. Ia mengatakan, Bank Indonesia tidak hanya memberikan beasiswa saja, akan tetapi juga hard skill maupun soft skill, yang diharapkan mampu membentuk generasi Indonesia yang dapat memberikan perubahan.

"Kami tidak hanya memberikan beasiswa, tapi juga kemampuan-kemampuan dasar terhadap mahasiswa, salah satunya seperti kegiatan ini. Harapan kami GenBI dapat menjadi agen atau pelaku yang memiliki kedudukan tinggi dalam bidang ekonomi negara,” katanya, Jum'at (11/10/2019).

GenBI Aceh melakukan outbound di Rindam Iskandar Muda, Mata Ie, Aceh Besar, Minggu (13/10/2019).


Sementara itu, Ketua Umum GenBI Aceh, Syarifuddin mengatakan, kegiatan ini diselenggarakan selain bertujuan untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, dan memberikan motivasi untuk berwirausaha, para peserta juga diajak untuk mendalami arti bela negara sebagai bentuk kecintaan terhadap NKRI.

"Alhamdulillah telah terlaksana kegiatan Leadership camp GenBI provinsi Aceh tahun 2019  berjalan dengan baik. Kegiatan ini diselenggarakan bertujuan untuk meningkatkan jiwa kepemimpinan, dan juga memberikan motivasi bagi para peserta untuk berwirausaha. Selain itu para peserta juga di ajak untuk mendalami arti tentang bela negara sebagai bentuk cinta NKRI," katanya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh petinggi dari 5 Universitas yang terlibat dan juga sejumlah  Inspirator yang memberikan materi. Pemateri ini di antaranya Ir. Jamil Azzaini, MM (CEO Kubik Leadership), dan juga Almer Havis Direktur (PT. Yakin Pasifik Tuna).
[Anita Sari/ Cut Salma H.A]

Sabtu, 05 Oktober 2019

Silaturahmi Jum’at Berkah GenBi Yasinan Bersama Ormawa FISIP




www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh- Generasi Baru Indonesia (GenBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry mengadakan kegiatan Jumat berkah GenBI bersama ormawa  se- Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP), Jum'at (4/10/2019).


Mengangkat tema ”Dengan Moment Yasinan Ini Dapat Membangkitkan Semangat Spiritual Mahasiswa dalam Memahami Tridharma Perguruan Tinggi". 

Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari mahasiswa FISIP, GenBI UIN Ar-Raniry dan anggota DPD GenBI Aceh. Sebelum memasuki materi dari tema Jum’at berkah, seluruh peserta melantunkan Yasin bersama.

GenBI foto bersama setelah kegiatan Jum'at berkah, Jum'at (4/10/2019).

Acara tersebut dihadiri oleh pemateri Eka Januar, S. IP., M. Soc., Sc selaku sekretaris Ilmu Politik di FISIP UIN Ar-Raniry yang menerangkan pentingnya spiritual mahasiswa dalam memahami tridharma perguruan tinggi.

Ia mengatakan, kegiatan seperti ini sangat positif dilakukan di kalangan mahasiswa. 

“Kegiatan ini sangat berdampak positif khususnya bagi mahasiswa yang dapat membangkitkan spiritual mahasiswa dalam memahami tridharma perguruan tinggi, memperkuat hubungan antara mahasiswa," katanya. 

Selain itu, Eka mengatakan, dengan adanya kegiatan ini dapat menyeimbangkan mahasiswa dengan kegiatan umum dan juga keagamaan. 

"Dengan yasinan bersama seperti ini diharapkan adanya keseimbangan antara umum dan keagamaan, dan alangkah sebaiknya kegiatan seperti ini terus berlanjut kedepannya," katanya.

Ketua umum GenBI Aceh, Syarifuddin, yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, kegiatan ini sangat baik untuk meningkatkan nilai keislaman. 

“Alhamdulillah kegiatannya sangat luar biasa positif dengan yasinan sehingga kita dapat menumbuhkan nilai-nilai spiritual yang tinggi, sehingga membuat semangat untuk berdedikasi untuk negeri lebih tinggi. Karena kenapa?
خَيْرُ الناسِ أَنْفَعُهُمْ لِلناسِ

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia” (HR. Ahmad, ath-Thabrani, ad-Daruqutni. Hadits ini dihasankan oleh al-Albani).

Ketua GenBI Komsat UIN Ar-Raniry, Fazil Rinaldi juga berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan generasi yang religius.

“Harapan saya dari acara ini agar mampu menumbuhkan generasi khususnya mahasiswa yang religius, penuh spiritual dan megimplementasikan tridarma perguruan tinggi," katanya.[Anita Sari]

Rabu, 25 September 2019

Peduli masyarakat GenBi Aceh bagi masker gratis

Banda Aceh –  Generasi Baru Indonesia (Genbi) Aceh kali ini mengadakan aksi bagi masker gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, divisi Kesma DPD GenBi menjalankan aksi bagi masker gratis di beberapa titik salah satunya AAC Dayan Dawood Unsyiah baik di kalangan mahasiswa maupun pengendara sepeda motor yang lalu lintas di sepanjang Kopelma Darussalam.(24/9)
Kabut asap yang semakin pekat sejak Senin kemarin hingga sore hari ini, membuat masyarakat sulit beraktivitas diluar sehingga komunitas GenBi Aceh menuangkan ide untuk memenuhi kebutuhan  masyarakat  yang beraktifitas memerlukan masker guna untuk mencegah terganggunya pernapasan. 
Ketua Genbi Aceh Syarifuddin mengatakan, Alhamdulillah Telah terlaksana hari ini kegiatan bagi bagi masker dari genbi aceh., Ini memang bukan sebuah kegiatan besar akan tetapi besar harapan kegiatan sederhana ini bisa membrikan manfaat bagi masyarakat.  Minimal masyarakat yang hari ini masih tidak menggunakan masker bisa lebih peduli pada diri nya sendiri dimana selanjutnya selalu menggunakan masker untuk kedepannya, ujarnya
Salah satu mahasiswi fakultas syari’ah dan hukum prodi Hukum Ekonomi Syariah yang turut menerima masker gratis ini mengatakan, adanya pembagian masker ini juga sebagai bentuk pengingat untuk masyarakat.
“pembagian masker kegiatan yg positif, jadi dapat mengingatkan masyarakat akan pentingnya kesehatan  apalagi kan udara sedang tidak bersahabat krna jerebu terimakasih GenBi. Ujar Zullyana Faricha (Anita Sari)

Selasa, 24 September 2019

Peduli Kesehatan Masyarakat GenBI Komsat UIN Bagi Masker Gratis


www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh – Generasi Baru Indonesia (Genbi) komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-raniry mengadakan aksi bagi masker gratis sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat baik seputaran kalagan mahasiswa maupun pengendara sepeda motor yang lalu lintas di sepanjang Kopelma Darussalam. Senin (23/9).

Aksi tersebut dijalankan oleh divisi lingkugan dan kesehatan masyarakat Genbi UIN Ar-raniry yang membagi tim dibeberapa titik lokasi, salah satunya jalan utama UIN Ar-raniry dan lampu merah kopelma darussalam.

Ketua Genbi Komsat UIN Ar-raniry, Fazil Rinaldi mengatakan, "Kegiatan ini saya rasa perlu dilakukan. Dengan keadaan asap seperti ini tentu warga masyarakat sangat amat perlu masker. Makan inisiatif kami meringankan beban mereka. Dan kami juga berharap kedepan akan ada komunitas. Atau ormawa lain mengikuti jejak kami. Terlepas apa yang terjadi pada lingkungan tentunya tugas kita adalah menjaga apa yang masih bisa kita jaga. Jangan sampai kedepannya jatuh korban jiwa terkena ISPA".

Kabut asap yang menyelimuti Aceh semakin pekat sejak senin pagi hingga sore hari, kabut asap yang diakibat oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membuat kebutuhan masyarakat terhadap masker meningkat sehingga timbul inisiatif genbi unutk membagi masker gratis guna untuk mencegah terganggunya pernapasan masyarakat dalam beraktifitas diluar.



“kami pikir, kami tidak hanya harus mementingkan IPK untuk bisa dapat beasiswa, tapi kami harus menjadi yang terdepan, peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh masyarakat dan peduli terhadap apa yang masyarakat rasakan,”ujar Fazil.

Salah satu mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan (FISIP) Merilinda turut menerima masker gratis ini, ia mengungkapkan adanya pembagian masker ini juga sebagai bentuk pengingat untuk masyarakat.

“kegiatan Genbi bagi bagi masker ini bagus, agar masyarakat dapat mencegah terserangnya gangguan pernapasam,”Ujar Merilinda. (Anita Sari)

Jumat, 26 Juli 2019

Genbi Komsat UIN Ar-Raniry Adakan Diskusi Kiat Mempraktikkan Bahasa Inggris



www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh- Generasi Baru Indonesia (Genbi) Komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, mengadakan diskusi English Club dengan Tema "English is the key of success", di taman Fakultas Dakwah dan Komunikasi kampus tersebut, Jum'at (26/7/2019).

Kegiatan ini mengundang salah satu mahasiswa Arsitektur Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sebagai pemateri yang merupakan warga negara Gambia, Benua Afrika, Alagie Salieu Nankey.

Dalam diskusi ini, ia mengatakan bahwa, Bahasa Inggris adalah salah satu kunci keberhasilan di Era Revolusi Industri 4.0.

"Bahasa Inggris adalah salah satu kunci keberhasilan di Era Revolusi Industri 4.0. Oleh karena itu setiap individu harus memiliki motivasi dan minat yang tinggi dalam mempelajari bahasa Inggris," katanya.

Ia menghimbau bahwa setiap generasi Aceh sudah saatnya mempublikasi segala sesuatu di media menggunakan bahasa Inggris. Karena banyak sekali orang di luar sana yang menanamkan persepsi yang tidak baik, maka tugas generasi mudalah yang harus membumikan potensi generasi Aceh melalui media menggunakan bahasa Inggris agar dunia mengetahui bahwa Generasi Aceh adalah generasi yang hebat dan terus belajar.

Ia juga mengatakan, untuk menumbuhkan minat berbahasa Inggris harus dimulai dengan hobi.

"Misalnya seseorang suka membaca maka mulailah membaca buku bahasa Inggris, orang yang suka menulis, tulislah dalam bahasa Inggris begitu pula dengan yang suka menonton maka tontonlah film yang berbahasa Inggris," ujarnya.

Dalam hal ini, Ketua Divisi Pendidikan Genbi Komisariat UIN Ar-Raniry, Rian Rahmad mengatakan, kegiatan ini diharap menjadi langkah awal dalam mengembangkan potensi bahasa Inggris.

"Dengan adanya kegiatan ini semoga menjadi langkah awal dalam upaya mengembangkan potensi Bahasa Inggris sebagai alat berkomunikasi di Era digitalisasi 4.0. Dan tentunya meningkatkan motivasi mahasiswa dan seluruh masyarakat untuk gemar mempelajari Bahasa Inggris, sehingga nantinya tercipta generasi yang mumpuni dan siap bersaing di era globalisasi," katanya.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh anggota Genbi saja, melainkan juga mahasiswa dari UIN Ar-Raniry dan Unsyiah yang bukan merupakan anggota Genbi.[Cut Salma H.A]

Selasa, 23 Juli 2019

Genbi Komsat UIN Ar-Raniry Gelar Aksi Bersih Mushola


www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh - Generasi Baru Indonesia (Genbi) komisariat Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry melakakukan aksi bersih Mushola, di Mushola Lamnyong Rukoh, Banda Aceh, Senin (22/7/2019).

Aksi ini dilakukakan guna menjadikan mushola yang ada di sudut bagian pasar Rukoh bersih dan nyaman ketika dipakai beribadah. Lokasinya yang persis berada di pinggir jalan dan tak jauh dengan tempat pembuangan sampah kerap kali  mengundang bau yang tak sedap.

Untuk itu, melalui divisi lingkungan, Genbi mengerahkan seluruh anggotanya menggelar aksi bersih-bersih di lokasi tersebut. Selain digunakan untuk shalat fardhu berjamaah, mushola ini dipakai juga untuk mengajar ngaji anak-anak sekitar.

Ketua Genbi Komisariat UIN Ar-Raniry, Fazil Rinaldi mengatakan, ketidakpedulian masyarakat akan kebersihan lingkungan walaupun dalam segi kecil sangat berdampak buruk.

"Ketidakpedulian masyarakat kota terhadap lingkungan bisa menjadi ancaman serius bila tidak ditanggulangi. Kami dari Genbi komsat UIN berharap dengan adanya kegiatan ini dapat mengetuk hati masyarakat untuk terus menjaga kebersihan, terutama di tempat ibadah," katanya.

Masyarakat kota yang cenderung tidak peduli terhadap lingkungan terkadang menjadikan seseuatu yang seharusnya bisa dihindari namun justru berakibat buruk.

Kebersihan lingkungan di tempat beribadah bahkan sudah sejak lama diperintakan oleh Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam. Sebagaimana disebutkan dalam hadits dari Abu Sa’id berkata, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wasalam bersabda, “Kunci dari shalat adalah bersuci” (H.R. At-Tirmizi: 221).


Menurut Fazil menjadi mahasiswa tidaklah selalu harus berhubungan dengan pendidikan saja. Namun juga meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan.

"Apasih gunanya kuliah kalau kita tidak bisa memanusiakan manusia, mengamalkan tridarma perguruan tinggi. Kita adalah kaum intelektual bukan calon sarjana kertas," ujarnya.

Kegiatan ini tentunya menjadikan pihak Mushola senang bahkan turut serta dalam kegiatan aksi tersebut. Selaku pendamping imam Mushola, Parman Jasnul mengatakan, dirinya sangat mengapresiasikan kegiatan GenBI ini.

"Saya sangat mengucapkan terimakasih banyak. Ke depan mungkin harapannya adalah ada banyak program yang dilakukan oleh adik-adik mahasiswa di Mushola ini. Tidak hanya bersih-bersih, namun juga program lain," katanya.[Cut Salma H.A]

Industri Halal Menjadi Tolak Ukur Perkembangan Umat



www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh -Dalam Talk Show dengan tema Strategi pengembangan usaha dan industri halal,  Kepala Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM), drh. H. Fakhrurrazi, MP mengatakan, sebagai seorang muslim kita harus menjadi seseorang yang benar-benar menerapkan ilmu syariah.

"Himbauan kepada umat muslim, maka harus  berakhlak, beriman, berilmu dan beramal, serta makan makanan yang halal, dalam keseharian juga melakukan pertakaran tanpa ada yang dikurangi," katanya, Minggu (21/7/2019).

Dalam materinya ia juga menyampaikan, bahwa menggunakan ataupun mengkonsumsi produk halal menjadi ibadah yang wajib bagi umat Islam.

"Mengkonsumsi makanan yang halal akan mempengaruhi akhlak dan adab dalam kehidupan. Karena akhlak dan adab adalah yang paling utama," ujarnya.

Selain itu, pentingnya mengkonsumsi makanan yang halal akan sangat mempengaruhi perkembangan anak agar menjadi anak yang shaleh dan shalehah.

"Dengan mengkonsumsi makanan yang halal akan mempengaruhi jiwa menjadi tenang. Tak hanya itu, dengan makanan halal juga akan mempengaruhi perkembangan sikap anak agar menjadi anak yang shaleh dan shalehah," katanya.

Produk-produk halal ini tak lepas dari usaha pengusaha-pengusaha yang terus menerapkan ilmu syariah dalam kesehariannya.

Selain meningkatkan dan menjayakan ekonomi syariah. Menciptakan dan menghasilkan produk-produk halal ini juga tentunya menjadi upaya untuk memenuhi segala kebutuhan umat. 

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Iman Bogor, Ummi Waheeda mengatakan, usaha yang ia miliki merupakan segala sesuatu yang menjadi kebutuhan umat.

"Saya sudah memiliki 41 usaha. Saya seorang nenek yang harus menghidupi cucu, dan lima belas ribu santri yang belajar secara gratis di pondok pesantren yang saya pimpin. Semua usaha ini saya lakukan atas dasar segala kebutuhan santri, sehingga segala produknya halal karena buatan sendiri," katanya.

Menurutnya menjadi pengusaha dan berbisnis tidak perlu takut, selama kita yakin berada di jalan Allah.

"Kalau kita mau berusaha, semua pasti bisa selama kita niatkan untuk Allah. Ketika kita mengejar akhirat, maka dunia akan berlari mengejar kita," ujarnya.

Talk show ini juga turut menghadirkan pemateri yang merupakan Ketua Majelis Sarjana Ekonomi Islam, Dr. M. Nafik Hadi R. yang menyampaikan hal serupa.

Ia mengatakan sudah saatnya umat Islam berjihad dengan ekonomi.

"Sudah saatnya umat islam berjihad ekonomi. Jangan malas tapi mengatakan dirinya berjihad. Menjadi pengusaha merupakan sunnah rasul sebagai bentuk syukur atas karunia Allah," katanya.[Cut Salma H.A]

Bank Indonesia Ajak Masyarakat Menyamakan Persepsi Praktik Keuangan Syariah




www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh – Bank Indonesia mengajak untuk menyamakan persepsi teori dan praktik dalam keuangan syariah yang dituangkan dalam diskusi seminar Festival Ekonomi Syariah Aceh 2019, di Gedung Taman Budaya Aceh, Minggu (21/7/2019).

Hal ini disebabkan oleh banyaknya perbedaan persepsi masyarakat tentang haram halalnya persoalan keuangan.

Penulis Buku dan CEO Amana Sharia Consulting, Ahmad Ifham Sholihin mengatakan, persepsi seseorang dapat diubah dengan mengubah persepsi diri sendiri terlebih dahulu.

"Mengubah persepsi orang harus dengan cara mengubah persepsi diri sendiri, dan memberi contoh," katanya.

Saat ini banyak kalangan masyarakat yang menjustifikasi suatu paham tanpa pengetahuan yang luas. Melebelkan riba terhadap suatu transaksi yang sebenarnya halal.

"Ada dosa yang lebih besar, lebih parah dari pada menjadi pelaku pesta riba, yakni menuduh riba pada transaksi yang sebenarnya halal," kata Ifham.

Melakukan peralihan terhadap Bank Konvesional menjadi Bank Syariah, merupakan salah satu upaya yang bertujuan untuk menghindari riba.
Hal ini disampaikan pula oleh Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Prof. Dr. Nazaruddin A. Wahid, MA.

"Satu-satunya tujuan kita melakukan peralihan dari konvensional ke syariah untuk menghindari diri dari riba," katanya.

Menurutnya juga, penerapan Ekonomi Syariah perlu terus dikembangkan meskipun dalam pengaplikasiannya masih memiliki kekurangan.

"Persoalan ekonomi jika masih ada kekurangan. Maka perlu dicari kesempurnaan. Kesempurnaan ini dapat kita lakukan secara bersama," ujarnya.

Selain itu, hingga saat ini, Aceh menjadi satu-satunya daerah terbesar di Indonesia yang telah melakukan konversi Bank menjadi syariah.

Wakil Ketua Badan Pengurus Harian Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (BPHDSN MUI) Ir. Adiwarman Azwar Karim, SE., MBA., MAEP  mengatakan, Aceh menjadi satu-satunya daerah terbesar di Indonesia yang melakukan peralihan ke Bank Syariah bahkan hingga Bank daerahnya.

"Aceh menjadi satu-satunya daerah terbesar yang telah beralih menjadi syariah untuk banknya. Bahkan Aceh menjadi satu-satunya daerah yang mengkonversi Bank daerahnya menjadi syariah. Daerah lain masih memikir. Tapi Aceh langsung melakukan," katanya.

Menurut Adiwarman, sesuatu yang baik, yang berlandaskan syariah harus dilakukan walaupun mulai dari hal yang kecil.

"Amalkanlah apapun yang kamu ketahui walau sedikit. Maka seperti inilah yang dilakukan oleh Aceh. Melakukan terlebih dahulu. Yang penting jalan saja dulu," ujarnya.

Tak hanya itu, dalam penyampaian materinya, ia menyebutkan Bank daerah Aceh juga menjadi Bank yang paling kecil permasalahan keuangannya.

"Bank aceh menjadi bank yang paling kecil permasalahan keuangannya yang ada di Indonesia dan menjadi bank yang paling tinggi probilitasnya," sebutnya.

Diskusi seminar ini diikuti oleh sekitar 400 lebih peserta dari berbagai kalangan, mulai dari siswa, mahasiswa, hingga staf Bank yang ada di Aceh. [Cut Salma H.A]

Mengangkat Industri Kreatif dan Pariwisata Halal Aceh dalam Ekonomi Islam




www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh – Talkshow "Potensi Industri Kreatif dan Pariwisata Halal Aceh " menjadi salah satu rangkaian acara yang ikut memeriahkan Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Aceh 2019 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Aceh di Taman Budaya Aceh, Banda Aceh, Sabtu (20/7/2019).

Talkshow ini mengundang narasumber yang sangat berkompeten, yaitu Daudy Sukma, S.E. (CEO Minyeuk Pret), Dr. Muhammad Yasir Yusuf, M.A., (Tokoh Ekonomi Syariah  Sumatra), dan Ir. R. Wisnu Rahtomo, M.M. (Anggota Tim Percepatan Pengembangan Sertifikasi Halal Kementerian Pariwisata), serta didampingi oleh Yarmen Dinamika sebagai moderator.

Acara yang berlangsung  mulai pukul 14.00 WIB ini dihadiri lebih dari 300 peserta  dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa, dosen, guru, lembaga keuangan, dan instansi lainnya.

Menurut seluruh narasumber, Aceh merupakan daerah yang sangat cocok untuk diterapkan sistem pariwisata halal, karena Aceh memiliki potensi yang sangat besar untuk perekonomiannya.

Sudah saatnya aceh untuk menunjukkan kreativitas dan pariwisata halal ke dunia.
"Aceh menang dalam pariwisata, yaitu wisata alam. Di Aceh sangat tepat untuk diterapkan hal ini. Halal saat ini sudah menjadi lifestyle. Saatnya Aceh menjadi objek mata dunia dalam industri kreatif dan pariwisata halal,” ungkap Muhammad Yasir Yusuf ketika memaparkan materi.

FESYAR Aceh 2019 berlangsung selama dua hari sejak tanggal 20 hingga 21 Juli 2019. Tidak hanya talksow saja, namun terdapat beberpa rangkaian acara lainnya yaitu seminar, bazaar, dan berbagai lomba, seperti story telling, mewarnai, fotografi wisata halal, lomba nasyid, dan lomba wirausaha muda syariah. [Ghrina]

Bank Indonesia Gelar Seminar Pemberdayaan Ekonomi Islam






www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh- Bank Indonesia menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah yang dibuka dengan Seminar bertajuk "Model Pembelajaran Usaha Syariah Berbasis Masjid dan pesantren" di Gedung Taman Budaya, Banda Aceh, Sabtu (20/7/2019).


Sepuluh menit sebelum acara, ruangan sudah terisi oleh mahasiswa dan siswa serta staf Bank yang ada di Aceh.

Seminar ini dipandu oleh moderator yaitu Dr. Hafas Furqani dengan pemateri utama Dr. Irfan Syauqi Beik dari BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional), dalam diskusi seminar ia memaparkan beberapa pemberdayaan yang dilakukan oleh Basnaz seperti lembaga pemberdayaan ekonomi mustahik (LPEM) yang di dalamnya terdapat program mustahik pengusaha, program lumbung pangan, dan mendirikan Zmart.

Kemudian lembaga zakat community development (ZCD) di sini mereka membuat desa ekowisata kopi, pemberdayaan nelayan, budidaya kerang darah. Lembaga pemberdayaan peternak mustahik (LPPM) terdapat program balai ternak. Dan yang terakhir lembaga baznas microfinance (BMFI).
Dilanjutkan dengan pemateri kedua yaitu Prof. Raditya Sukmana dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga. Ia memaparkan materi tentang pemberdayaan ekonomi melalui wakaf produktif.

Wakaf produktif merupakan yang membuat usaha dan mendapatkan keuntungan. Ia juga menyampaikan agar dapat menghilangkan riba maka berwakaflah. Selain tentang wakaf ia turut membahas tentang zakat. di Cairo terdapat Universitas dengan biaya kuliah yang gratis karena biaya tersebut didapat dari hasil panen kebun kurma yaitu Al-Azhar University. Di Hamdard University India juga biaya kuliahnya gratis.

Dapat disimpulkam bahwa dengan kita berwakaf, kita akan mendapatkan keuntungan yang banyak jika dikelola dengan baik dan benar.

Seminar ini berlangsung dengan lancar dari antusias seluruh peserta. Banyak peserta yang turut berpartisipasi ketika sesi tanya jawab.
Dengan diselenggarakannya seminar ini diharapkan para peserta mampu mengaplikasikan dalam memberdayakan ekonomi melalui zakat dan wakaf.

Acara ini sebelumnya juga turut dihadiri oleh walikota Banda Aceh Aminullah Usman dan pejabat penting lainnya.[Muliza Nur]

Rabu, 10 Juli 2019

Less Waste Event, Kegiatan Kolaborasi SAHI dan GenBI Aceh untuk Kurangi Limbah Plastik



www.genbiaceh.or.id | Banda Aceh – Generasi Baru Indonesia (GenBI) Aceh berkolaborasi dengan Sahabat Hijau (SAHI) mengadakan kegiatan “Less Waste Event” mengiringi car free day di depan Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Banda Aceh. Minggu (7/7/2019).

Sebanyak sebelas perwakilan GenBI Aceh dan enam anggota SAHI berpartisipasi dalam kegiatan kolaborasi ini, yang kemudian dibagi menjadi tiga tim, yaitu Tim Edukasi, Tim Patroli, dan Tim Penjaga Posko.

Tim Edukasi bertugas memberikan bimbingan dan arahan kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya sembari. Tim Patroli bertugas memantau dan menegur masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Selanjutnya, Tim Penjaga Posko bertugas memilah sampah-sampah yang bisa dimanfaatkan untuk daur ulang. Sembari melaksanakan tugas, ketiga tim juga turut mengutip sampah dalam lingkup car free day.

Yusrida Arnita selaku Ketua Lembaga SAHI yang juga ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini, memotivasi masing-masing tim untuk terus bergerak aktif dan semangat dalam menjaga kelestarian bumi.

“Seperti halnya kertas kresek yang tidak terurai walaupun beratus tahun lamanya, jika bukan dimulai dari kita untuk mengurangi sampah sampah tersebut, siapa lagi? Contoh lain, jika belanja di supermarket, sekecil apapun barang yang kita beli pasti akan ada bungkusan plastiknya. Inilah yang menjadi problem meningkatnya sampah. Alangkah baiknya jika bisa disimpan di ransel, sehingga tidak perlu memakai plastik. Setidaknya sudah berkurang satu sampah, namun apabila belanjaan banyak dan sulit untuk dibawa, sebaiknya siapkan tas kain praktis yang bisa disimpan mudah dengan tujuan untuk mengurangi sampah-sampah yang mencemari bumi,” pungkasnya.

Banyak ilmu yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Selain berefek berkurangnya sampah plastik, juga menghasilkan kenyamanan dari bersihnya lingkungan dari sampah yang menjadi wabah penyakit bagi masyarakat.

Kegiatan usai tepat pukul 11.15 yang diakhiri dengan makan bersama dan sesi foto bersama kedua komunitas. (Anita Sari)

Senin, 01 Juli 2019

GenBI Aceh Gelar Acara Silaturrahmi Pengurus 2019/2020


Banda Aceh - Generasi Baru Indonesia (GENBI) menggelar acara temu ramah dengan tema Bersinegritas Bersama Jiwa Baru dan Semangat Baru Menjadi Energi Untuk Negeri. Minggu, (30/6/19).

Acara ini dilaksanakan di Pantai Lampuuk, Aceh Besar. Guna untuk memperkuat silahturrahmi bagi pengurus Genbi Aceh dengan pengurus baru tahun 2019

Acara ini juga diisi dengan kegiatan positif seperti membersihkan pantai, sharing dan bermain games bersama seperti Ranking 1, tarik tambang dan makan bersama.

Dengan adanya kegiatan aksi temu ramah akan memberikan wawasan terhadap pentingnya menjaga lingkungan, serta akan membentuk rasa kepedulian, acara ini juga dilakukan untuk menjaga ukhuwah terhadap sesama. (Dian Ken)

Senin, 24 Juni 2019

Pertemuan Perdana Pengurus, Sharing, dan Rapat Kerja



Genbiaceh.or.id Banda Aceh - Minggu (23/06/2019) telah diadakan pertemuan perdana pengurus GenBI Aceh Periode 2019-2020 di Solong Coffee Lamnyong.


Kegiatan tersebut dibarengi dengan Sharing dan Rapat Kerja untuk kegiatan GenBI Aceh selanjutnya.

Senin, 27 Mei 2019

Komunitas GenBi Aceh Bagi - bagi Takjil di RSUZA



genbiaceh.or.id, Banda Aceh - Komunitas GenBi Aceh bagikan takjil untuk pasien dan keluarga pasien di RSUZA Banda Aceh (27/5), Sore.

Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat dengan berbagi demi meningkatkan ukhwah islamiyah dan mempererat silaturahmi terhadap masyarakat maupun sesama pengurus GenBi Aceh.

Fachrah selaku penanggung jawab kegiatan ini sangat berterimakasih kepada seluruh anggota GenBi yang telah menyukseskan kegiatan ini.

"Alhamdulillah, kegiatan ini berjalan dengan lancar. Terimakasih kepada kawan kawan yang telah berpartisipasi dalam kegiatan ini, semoga dapat menjadi berkah dan ladang amal bagi kita semua". Ujar Fachrah (27/5).

Berkah Ramadhan, Komunitas GenBI UTU Bagi-bagi Takjil


wali-news.com, Meulaboh – Komunitas Mahasiswa Generasi Baru Indonesia (GenBI) Aceh komisariat Universitas Teuku Umar (UTU), Lakukan bagi-bagi takjil kepada pengendara dan warga yang melintas di persimpangan Jalan Kisaran, Meulaboh – Aceh Barat. Minggu, (26/5/19), Sore.

Pembagian ratusan takjil gratis ini dilakukan oleh anggota GenBI UTU sebagai bentuk kepedulian dan berbagi sesama umat muslim di bulan suci Ramadhan.



Alvionitasya sebagai ketua panitia tujuan dari pembagian takjil ini untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT atas semua kenikmatan yang diberikan, karena masih diberikan kesempatan untuk menjalani ibadah puasa di tahun ini.

”Tujuan lain untuk mempererat tali silahturahmi dalam keorganisasian GenBI maupun dalam bermasyarakat dan meningkatkan rasa kepedulian antar sesama umat manusia,” terangnya.



Djulia Safitri ketua GenBI Komisariat UTU mengatakan, Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi GenBI dan kepedulian terhadap masyarakat dalam berbagi dan menebarkan kebersamaan.

“Ini tahun ketiga hadirnya GenBI di Universitas Teuku Umar. Dalam rangka menyambut mahasiswa baru sebagai penerima Beasiswa Bank Indonesia tahun 2019, sebagai bentuk rasa syukur kita lakukan pembagian takjil untuk warga dan pengguna jalan,” jelasnya.



Ia berharap semoga kegiatan dibulan ramadhan ini dapat membawa berkah untuk GenBI UTU dan semoga menjadi amalan. (OS)

Berita ini suda tayang di wali-news.com dengan judul Berkah Ramadhan, Komunitas GenBI UTU Bagi-bagi Takjil

Minggu, 30 September 2018

Bantu Korban Gempa Donggala dan Tsunami Palu Sulteng


Kirim Donasi Terbaikmu Untuk Saudara-saudara kita yang terkena musibah gempa dan Tsunami Palu melalui Rekening GenBI Peduli Melalui BNI Syariah 349733929 An. Suriri Hidayati, Konfirmasi donasi anda melalui Cp.081361113238.
Hingga hari ini jumlah korban meninggal akibat  Gempa dan Tsunami di Palu, menurut Kepala BNPB Wilem Rampangilei, sudah mencapai 420 orang. Angka korban belum termasuk Donggala yang masih belum bisa diakses di tengah komunikasi yang terputus. sumber BBC.com




Bersama  Generasi Baru Indonesia (GenBI) Aceh salurkan donasi terbaikmu. Terimakasih.

Sabtu, 18 Agustus 2018

Genbi Aceh Meriahkan HUT RI Bersama Rumah Yatim

Kemarin, 17 Agustus 2018 Indonesia kembali merayakan HUT RI ke-73 tahun. Pada umumnya saat hari kemerdekaan tiba, penyambutan kemerdekaan diawali dengan upacara pagi yang dilakukan oleh seluruh instansi-instansi pemerintah seperti sekolah ataupun kantor dinas. Dan juga selain upacara, penduduk di tanah air juga memeriahkannya dengan berbagai macam perlombaan khas daerah masing-masing. Sebagaimana tradisi yang sudah turun-temurun di masyarkat, perlombaan yang hampir tidak pernah absen seperti perlombaan makan kerupuk, tarik tambang, serta panjat pinang. Hal ini dilakukan agar peringatan HUT RI lebih semarak.
Dalam rangka ini GENBI Aceh bekerja sama dengan Rumah Yatim Aceh yang berada di Geuceu Komplek, Kecamatan Bandar Raya Banda Aceh.
GENBI Aceh serta Rumah Yatim Aceh mengadakan berbagai macam perlombaan yang diikuti oleh 61 peserta dari Rumah Yatim itu. Perlombaan tersebut diantaranya lomba bola sarung, balap karung, lomba makan kerupuk dan juga lomba catur.
Pihak Rumah Yatim Aceh menyambut ramah kedatangan anggota GENBI. Sebelum perlombaan dimulai, pihak Genbi sebagai panitia melakukan briefing sekitar 20 menit. Kemudian dilanjutkan dengan perlombaan dan istirahat untuk melaksanakan shalat jum’ at. Seusai shalat, dilanjutkan dengan makan bersama dengan anak-anak yatim.
Perlombaan masih dilanjutkan hingga selesai, setelah itu pengumuman pemenang dan pembagian hadiah.
Setelah semua perlombaan selesai, ketua Genbi Aceh M. Nahyan Zulfikar SH. Mensosialisasikan tentang Genbi dan memberikan sedikit pengetahuan mengenai Bank Indonesia serta memberi motivasi kepada anak-anak yatim tersebut. Acara ditutup dengan pemberian bingkisan kepada masing-masing anak yatim.
Rangga salah satu peserta lomba mengaku sangat senang bisa ikut memeriahkan HUT RI bersaman kakak dari Genbi “saya senang sekali mengikuti acara ini dan merasa kakak Genbi seperti keluarga” tuturnya.
Ketua Panitia Pelaksana HUT RI, facrul rizal mengatakan, tujuan dilaksanakannya perlombaan  tersebut supaya bisa meningkatkan semangat perayaan HUT RI Ke 73 tahun bersama anak-anak yatim dan bisa meningkatkan nasionalisme generasi muda
“Harapan dari kegiatan tersebut untuk untuk memeriahkan HUT RI  bersama anak yatim, sebagaimana kita ketahui bahwa mereka juga bisa merasakan bahagianya kemerdekaan,  bermain dan ceria bersama serta bisa memupuk jiwa nasionalisme adik-adik di rumah yatim,” ungkapnya.
(Nisak, 18 agustus 2018).